HUBUNGAN INDONESIA-RUMANIA: Dubes Amhar Siap Pacu Kerjasama Ekonomi

Peningkatan kerja sama ekonomi dan bisnis menjadi agenda utama yang siap diagendakan oleh Dubes RI yang baru untuk Rumania dan Republik Moldova.
Inria Zulfikar | 29 Mei 2018 22:16 WIB
Duta Besar RI untuk Rumania dan Republik Moldova M. Amhar Azeth (kiri) berpose bersama Presiden Rumania Klaus Iohannis seusai menyerahkan surat kepercayaan sebagai duta besar untuk negara itu dalam sebuah upacara di Istana Kepresidenan Cotroceni, Bukares, Selasa (29/5). Bisnis - KBRI Bukares, Rumania

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia siap menggenjot berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Rumania.
Tiba di Rumania pada awal April 2018, M. Amhar Azeth, Dubes RI yang baru untuk Rumania dan Republik Moldova mulai merapatkan barisan untuk menggolkan sasaran tersebut.

“Sesuai visi misi saya dan amanat Menlu, prioritas saya adalah meningkatkan hubungan ekonomi dan bisnis dengan Rumania,” ujar Amhar seusai menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Rumania Klaus Iohannis dalam sebuah upacara di Istana Kepresidenan Cotroceni, Bukares, Selasa (29/5).

Keterangan tertulis KBRI Bukares, Rumania yang diterima Bisnis menyebutkan setelah diterima Presiden Iohannis, Dubes Amhar telah berfungsi penuh sebagai wakil Pemerintah RI di wilayah akreditasi, sehingga dapat bertemu berbagai pihak untuk melaksanakan visi dan misinya.

“Hubungan ekonomi yang kokoh hanya dapat dicapai dengan hubungan politik dan sosial budaya yang baik,” ujarnya.

Pada 9 Mei, Amhar telah diterima oleh Menlu Rumania untuk menyerahkan salinan surat kepercayaan.

Sebelum diangkat sebagai Dubes untuk Rumania dan Republik Moldova, Amhar berkarir di Polri. Bergabung di Polri sejak 1983 dan terakhir menjabat sebagai Staf Ahli pada 2016. Tahun berikutnya, Amhar menjabat sebagai Staf Ahli di Badan Intelijen Negara.

Potensi kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rumania selama ini didominasi bidang energi, transportasi dan perdagangan. Secara politik, kedekatan kedua negara tercermin dari aktivitas diplomatik berupa saling kunjungan pejabat pemerintahan, hubungan parlemen, dan penandatanganan perjanjian antar pemerintah.

Di bidang sosial budaya, upaya yang dilakukan antara lain dengan peningkatan kerja sama antar universitas, pemberian beasiswa, misi budaya, olahraga, serta kursus bahasa dan budaya Indonesia.

Pelayanan dan perlindungan bagi sekitar 170 WNI juga akan menjadi perhatian dengan peningkatan efisiensi pelayanan dan sosialisasi kepada warga negara Indonesia di wilayah akreditasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumania

Editor : Inria Zulfikar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top