PUPR Bangun Rusunawa Pegawai Lapas Nusakambangan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun dua unit rumah untuk pegawai lembaga permasyarakatan atau Lapas Nusakambangan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 25 Mei 2018  |  22:53 WIB
PUPR Bangun Rusunawa Pegawai Lapas Nusakambangan
Ilustrasi: Rusunawa Tambora - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun dua unit rumah untuk pegawai lembaga permasyarakatan atau Lapas Nusakambangan.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengatakan akan membangun dua tower yang berlokasi di Pulau Nusakambangan yakni di Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.

Dua Rusun yang akan dibangun, satu rusun memiliki tinggi 3 lantai dengan kapasitas 42 unit berukuran tipe 36 senilai Rp16 miliar. Satu lagi tinggi 4 lantai dengan kapasitas 50 unit tipe 24 senilai Rp13,4 miliar.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR pada 2018 menargetkan pembangunan Rumah Susun di berbagai wilayah dengan total 13.405 unit. Rusun ini diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mahasiswa, santri, pekerja dan ASN/TNI/Polri.

Salah satunya Rumah Susun (Rusun) Sewa yang akan dibangun tahun ini adalah Rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Para pegawai di Kemenkumham khususnya para sipir Lapas Nusakambangan juga layak mendapatkan bantuan Rusunawa dari pemerintah. Tugas mereka cukup berat, dengan adanya Rusun diharapkan mendukung tugas dan kewajiban mereka di lapangan,” kata Khalawi dalam siaran pers, dikutip Jumat (25/5/2018).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Rantam Sariwanto menyampaikan ASN Kantor Imigrasi dan yang bekerja di Lapas Nusakambangan membutuhkan hunian yang nyaman dan layak huni.

Pihaknya berterimakasih atas perhatian Kementerian PUPR terhadap ASN Kemenkumham. Ketersediaan Rusun tersebut sangat penting untuk menunjang kinerja para pegawai, apalagi lokasi Rusun tidak jauh dari tempat mereka bekerja nantinya.

“Rusunawa di Nusakambangan tentunya akan sangat membantu kinerja ASN kami, karena Lapas Nusakambangan akan dijadikan Lapas untuk narapidana risiko tinggi seperti bandar narkoba dan tahanan teroris. Kami berharap pembangunannya bisa segera terlaksana dengan baik,” ungkap Bambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusunawa, nusakambangan, Kementerian PUPR

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top