Harga Daging dan Telur Ayam Tinggi, Kemendag Panggil Peternak

Kementerian Perdagangan memanggil pelaku usaha peternakan ayam dan telur untuk mencari solusi bersama setelah terjadi peningkatan harga daging dan telur ayam masing-masing mencapai Rp37.000/kg dan Rp25.000/kg lebih.
Rayful Mudassir | 17 Mei 2018 19:29 WIB
Pedagang memotong daging ayam di lapaknya di Pasar Kosambi Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan memanggil pelaku usaha peternakan ayam dan telur untuk mencari solusi bersama setelah terjadi peningkatan harga daging dan telur ayam masing-masing mencapai Rp37.000/kg dan Rp25.000/kg lebih.

Harga daging ayam dan telur dinilai sebagai komoditas yang paling mengalami kenaikan harga. Kondisi ini diketaui setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan kunjungan di 34 Provinsi di Indonesia untuk pemantauan harga pokok.

"Pertemuan dengan pengusaha ayam dengan Kemendag sore ini," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kemenko Bidang Perekonomian, Kamis (17/5/2018).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penetepan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen menetapkan harga daging ayam di tingkat konsumen sebesar Rp32.000/kg dan telur senilai Rp22.000/kg.

Sementara menurut catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menyebut harga daging ayam per 17 Mei 2018 mencapai Rp37.000/kg, sedangkan telur ayam sebesar Rp25.850/kg.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti mengatakan sejak Senin lalu pihaknya telah menemui para peternak dan pengusaha besar di kedua komoditas untuk meminta penurunan harga. Namun hingga kini kenaikan masih terjadi.

Biasanya kenaikan seperti ini lebih disebabkan oleh persoalan suplay dan demand di mana terjadi permintaan tinggi sedangkan suplay turun atau stagnan maka harga akan tinggi,  begitupun sebaliknya.

Meski begitu menurut Tjahya, pihaknya menduga kenaikan harga ini berkaitan dengan komponen harga pakan untuk anak ayam. Sementara Kementerian Pertanian menyebut kenaikan harga pakan akibat terjadi pelemahan rupiah terhadap dolar.

"Harga sedang tinggi, kami minta mereka untuk mengeluarkan stok ke pasar," kata Tjahya.

Kementerian Perdagangan mengaku telah meminta pelaku usaha peternakan skala besar untuk melakukan operasi pasar. Jumlah gelontoran daging ayam juga tidak ditentukan. Pemerintah memastikan operasi ini akan berhenti sampai harga kembali normal.

Singgih Januratmoko Ketua Umum Perhimpunan Insan Peternak Rakyat (Pinsar) Indonesia mengatakan kenaikan harga telur akibat stok kurang dan permintaan yang naik sekitar 20% dari biasanya 8.000 ton hingga 8.500 ton menjadi sekitar 10.000 ton saat menjelang puasa.

"Harga di peternak tertinggi Rp22.000/kg sampai Rp23.000/kg. Hari ini sudah Rp19.000/kg sampai Rp22.000/kg. Maksimal di konsumsn harusnya plus Rp3.000/kg," katanya.

Saat ini menurutnya kenaikan harga juga disebabkan oleh rantai distribusi yang panjang. Pemerintah diminta menyelesaikan persoalan tersebut agar harga kembali stabil. Kendati demikian dirinya memperkirakan harga akan segera turun karena pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran untuk menurunkan harga. 

Tag : harga ayam
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top