Kemnaker Targetkan 400.000 Peserta Pemagangan

Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan menyiapkan setidaknya 8.000 instruktur untuk menggelar program pemagangan bagi 400.000 peserta.
Deandra Syarizka | 17 Mei 2018 01:23 WIB
Ilustrasi aktivitas di satu pabrik tekstil di Jawa Tengah. - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan menyiapkan setidaknya 8.000 instruktur untuk menggelar program pemagangan bagi 400.000 peserta.

Untuk menyediakan instruktur, Kemnaker menggandeng asosiasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

“Pengembangan sumber daya manusia melalui program pemagangan merupakan prioritas kita bersama. Ketersediaan SDM kompeten harus link and match dengan kebutuhan dunia industri, sehingga kami menggandeng dunia industri untuk menjawab tantangan ini,” kata Menaker Hanif pada Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, peran aktif dunia industri memegang peranan penting dalam menciptakan tenaga kerja terampil dan siap pakai di dunia kerja. Melalui program pemagangan, diharapkan dapat mempercepat penyerapan pengangguran ke dunia industri.

“Melalui pemagangan peserta dapat pengalaman kerja yang sesungguhnya, membentuk sikap, mental, dan perilaku sesuai kebutuhan pasar. Namun, harus kita perhatikan dan atur lebih lanjut, jangan sampai program pemagangan mengganggu proses produksi dan kinerja perusahaan,” ujarnya.

Pemerintah mengajak kalangan dunia usaha dan industri agar mendukung pengembangan SDM dengan membangun sistem pelatihan kerja dan sertifikasi profesi secara terpadu bagi pekerja Indonesia.

Keterlibatan dunia usaha dan industri dibutuhkan untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi kerja serta memenuhi permintaan kebutuhan pekerja yang terus meningkat.

“Kami berharap investasi yang telah ada dapat ditingkatkan, termasuk investasi SDM, sehingga penciptaan lapangan kerja menjadi semakin luas dan memberikan transfer kemampuan (skill) bagi pekerja Indonesia di berbagai sektor usaha,” ujarnya.

Dalam mendukung program pemagangan tersebut, Kemnaker memfasilitasi terselenggaranya Kongres Nasional Gerakan Nasional Indonesia Kompeten pada November 2018.

“Pada pinsipnya forum ini mendukung program pemagangan pada 2019 di mana semua manajer human resources memberi ruang untuk program pemagangan ini,” kata Hanif.

Yunus Tryonggo, Inisiator Gerakan Nasional SDM Indonesia Kompeten, menyatakan siap mendukung program Kemnaker.

“Untuk target 400.000 itu, setidaknya kita harus menggerakkan sekitar 2.000 perusahaan. Kita mencoba menggerakkan perusahaan di Kepulauan Riau, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yohyakarta, Bali, dan Makassar,” ungkap Yunus.

Sedangkan di Karawang, kata Yunus, sudah memiliki prototipe perusahaan yang sudah menciptakan role model bagi pemagangan yang bagus di perusahaan.

“Kita akan ciptakan program pemagangan seperti Toyota di Industri yang lain sehingga mereka bisa menggerakkan seluruh industri dalam skala nasional,” ujarnya.

Mengenai Kongres Nasional SDM Indonesia Kompeten Yunus menjelaskan hajatan itu merupakan miles stone saja, namun persiapannya sudah kita jalankan jauh sebelumnya.

“Dalam Kongres Nasional itu kita akan sharing best practice, pencapaian kita, hingga ke depannya kita mau apa. Akan dibahas semua dalam kegiatan tersebut,” kata Yunus.

Tag : magang
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top