Shopee Berharap Pada Belanja Konsumen Saat Ramadan

Belanja dagang-el di platform marketplace Shopee ketika Ramadan diprediksi akan mencapai rekor baru pada tahun ini.
Agne Yasa | 15 Mei 2018 20:12 WIB
Chris Feng, bos Shopee - Twitter.com
Bisnis.com, JAKARTA -- Belanja dagang-el di platform marketplace Shopee ketika Ramadan diprediksi akan mencapai rekor baru pada tahun ini. 
 
Rezki Yanuar, Marketing-Brand Manager Shopee Indonesia mengatakan pasar secara makro bagi dagang-el (e-commerce) ada di dua momentum yaitu Ramadan dan akhir tahun ketika Harbolnas.
 
"Ramadan spesial karena spending orang lebih besar, ada THR. Mendekati THR timing itu peaknya orang belanja. Kami Harbolnas ada rekor 1 juta pesanan. Mudah-mudahan ada rekor baru di Ramadan," ujar Rezki, Selasa (15/5/2018). 
 
Dia mengatakan 2017 menjadi tahun yang baik bagi perusahaan dengan pencapaian unduhan aplikasi sebanyak 43 juta, jumlah seller 1,6 juta dimana seller brand hanya 1.000 penjual. 
 
Data Shopee Indonesia mencatat pada Ramadan 2017 rata-rata jumlah transaksi yaitu 300.000 pesanan per hari.
 
"Targetnya mau lebih tinggi, belum bisa memastikan karena pasar bergerak cepat tapi pre Ramadan dibanding periode yang sama tahun lalu, pesanan sudah naik tiga kali lipat. Kami tidak berani memasang berapa angkanya tapi diharapkan lebih baik, sinyalnya bagus pre Ramadan ini, mungkin bisa 400.000 transaksi, 600.000 transaksi, akan terlihat ketika Ramadan nanti," jelasnya.
 
Pihaknya optimistis Ramadan 2018 ini, transaksi akan lebih baik dari tahun lalu karena Shopee Indonesia menggelar kampanye lebih besar, salah satunya program Goyang Hujan Emas untuk menggaet konsumen loyal.
 
"Membuat orang lebih banyak datang, banyak belanja, lebih loyal," katanya.
 
Dia mengatakan program tersebut dilakukan pada waktu dimana konsumen banyak mengakses platform dagang-el berdasarkan tren perilaku Ramadan sebelumnya.
 
Adapun kategori produk yang masih menjadi favorit pada Ramadan tahun lalu yaitu produk fesyen muslim dan hijab. 
 
Kemudian, di hari-hari biasa di luar Ramadan, produk yang banyak dibeli yaitu fesyen, produk kesehatan dan kecantikan, produk bayi,dan perlengkapan rumah tangga. 
 
"Tahun ini, fesyen muslim akan naik dan potensi naik untuk produk elektronik atau gadget di pelanggan pria," katanya. 
 
Momentum cuti Lebaran yang lebih panjang tahun ini juga akan dikaji oleh Shopee Indonesia untuk menarik orang dalam berbelanja. 
 
"Kami belum tahu, tapi itu bisa dilihat sebagai peluang juga. Akan dilihat dari tren saat Ramadan," ujarnya. 
 
Selain itu, menurutnya, belanja daring sudah tidak Jakarta sentris, apalagi 80% pembeli di Shopee berasal dari luar Jawa.
 
"Kami juga kaget Shopee bisa berhasil dengan market [luar Jawa], bayangkan jika e-commerce bertarung di pusat saja padahal potensinya dan populasi luas," katanya.
 
Rezki mengungkapkan pada 2017 Shopee mencatatkan Gross Merchandise Volume (GMV) US$4,1 miliar dan 40% kontribusi dari Indonesia.
 
"Indonesia menjadi negara yang penting bagi Shopee karena populasinya yang besar dan kontribusinya. Untuk Ramadan juga menjadi salah satu periode yang berkontribusi," ujarnya.
 
Dia menambahkan pasar dagang-el di Indonesia masih sangat cair, belum ada yang benar-benar loyal dengan hanya satu platform dagang-el. 
 
"Nanti e-commerce yang terbaik layanannya, experience. Produk amat sangat penting untuk Shopee, baik untuk seller dan buyer," ujarnya. 
 
Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Chris Feng, CEO Shopee, mengatakan menjelang Ramadan tahun ini telah ada peningkatan 3 kali lipat dalam jumlah pesanan dan pihaknya berharap tren positif  ini akan terus berlanjut. 
 
"Dimulainya bulan puasa tahun ini, kami juga optimistis akan mendapatkan peningkatan traffic dan jumlah pesanan sepanjang bulan suci," ujarnya. 
Tag : e-commerce
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top