Unggas Lestari Unggul Ekspor Perdana Ayam Khas Indonesia ke Myanmar

PT Unggas Lestari Unggul (ULU) melakukan ekspor telur tetas (hatching egg) perdana ke Myanmr sebanyak 25.920 butir dengan nilai Rp200 juta.
Pandu Gumilar | 24 April 2018 15:37 WIB
Anak Ayam ULU - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Unggas Lestari Unggul (ULU) melakukan ekspor telur tetas (hatching egg) perdana ke Myanmar sebanyak 25.920 butir dengan nilai Rp200 juta.

ULU akan melakukan impor secara bertahap selama setahun kedepan untuk memenuhi kuota ekspor telur ayam tetas dengan total 225.000 butir.

Pimpinan PT ULU Sahudin mengatakan produk telur tetas ayam ULU 101 merupakan salah satu hasil teknologi persilangan antara ayam Pelung jantan dengan ayam ras betina indukan. Hasil final dari persilangan tersebut menjadi stock ayam komersial Ayam ULU 101 yang memiliki performa dan kualitas daging yang baik, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

“Ekspor perdana telur tetas ini ke negara Myanmar menjadi langkah awal memperkenalkan Ayam ULU 101 ke pasar internasional,” katanya pada Selasa (24/4).

Rencananya pengiriman akan dilakukan sebanyak 25.000 butir per dua bulan selama enam bulan ke depan. Setelah itu pengiriman akan dilakukan secara rutin satu bulan sekali dengan jumlah yang sama.

Prosedur ini dilakukan untuk menyesuaikan jumlah pasokan yang berada pada satu umur panen dengan kapasitas kandang di negara eksportir atau biasa disebut dengan istilah flock.

Sebelum diekspor, ULU sudah melakukan uji coba pasar di Myanmar dengan mempresentasikan kualitas daging ayam dan rasanya kepada para pelaku industri dan mereka merasa cocok. Sahudin yakin jika pasar masih terbuka masih terbuka dan peluang mengekspor ayam ulu bisa jadi lebih besar lagi.

Kelebihan Ayam ulu 101 adalah dapat dipanen pada usia 50-55 hari dengan berat badan 0,9 - 1 kg. Tapi tergantung dengan kebutuhan Myanmar karena pasar disana memiliki kebutuhan yang berbeda. Selain itu, memiliki ciri khas rasa yang unik karena rasa tidak seperti ayam ras tapi bukan juga ayam kampung dan banyak restoran cocok dengan rasa ayam ini.

Sahudin mengatakan setelah Myanmar, ULU akan membidik pasar Malaysia, Timor dan Singapura. Tapi sebelum itu terwujud, Myanmar akan menjadi fokus utama untuk memasarkan ayam ulu.

Tag : ayam
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top