Tetra Pak Dorong Industri Mamin Adopsi Teknologi Digitalisasi

Tetra Pak Indonesia, perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan serta minuman mendorong industri makanan dan minuman mengadopsi teknologi digital untuk melindungi investasi.
Anggara Pernando | 20 April 2018 17:39 WIB
Logo Tetra Pak - wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA -- Tetra Pak Indonesia, perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan serta minuman mendorong industri makanan dan minuman mengadopsi teknologi digital untuk melindungi investasi.

Marketing Director Tetra Pak Indonesia Wibisono mengatakan saat ini perusahaan telah bermitra dengan lebih dari 25 pelaku makanan dan minuman di Indonesia. Dalam industri pengemasan ini Tetra Pak menerapkan beragam layanan berbasis data elektronik untuk memastikan keberlangsungan mitra.

"Kami menerapkan mulai dari sensor mesin yang mengirim data ke analis kami hingga kode QR pada kemasan karton yang kami produksi, digitalisasi digunakan untuk menjaga kelangsungan operasi, pertumbuhan bisnis, dan pelayanan kepada para pelanggan dan juga masyarakat luas,” kata Wibisono melalui keterangan tertulis, Jumat (20/4/2018).

Layanan digital lain yang diberikan yakni teknologi HoloLens. Teknologi yang dikenalkan pada 2017 memungkinkan insinyur lokal Tetra Pak di lokasi customer terhubung secara langsung dengan spesialis global perusahaan. Pola ini memungkinkan industri memperbarui kemampuan prediksi error pada mesin, mempercepat waktu respons, dan memberikan pelanggan akses yang cepat dan tanpa perantara.

"Ini dilakukan untuk menyediakan layanan dukungan ahli secara real-time kepada pelanggan,” jelasnya.

Digitalisasi lainnya berupa dihadirkannya solusi otomatisasi dan informasi untuk pembangunan pabrik baru. Pola ini memungkinkan perusahaan mitra memiliki solusi pengemasan yang terintegrasi, otomatisasi, dan layanan teknis. Harapannya dapat meningkatkan efisiensi pemain makanan dan minuman Indonesia.

Perusahaan menyiapkan tiga jenis layanan yang meliputi automasi tertanam, kontrol produksi, serta akses kepada produsen pangan untuk mengintegrasikan seluruh operasi mereka, "[Ini memungkinkan] mendigitalkan semua proses ke dalam suatu tahap antarmuka dan menggabungkan informasi produksi multilokasi ke dalam laporan umum," katanya.

Managing Director Tetra Pak Indonesia Paolo Maggi menyampaikan pihaknya mengajak para pelaku industri makanan dan minuman untuk terus mengembangkan diri di era digital dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Paolo menyatakan tren perilaku konsumen, tren dunia digital, dan strategi marketing di era digital dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia.

Industri juga harus memperhatikan kencendrungan konsumen Indonesia yang kini lebih reseptif pada publikasi di medium online dibandingkan pada medium lain.

Selain itu, data tentang audiens di dunia digital dapat dimanfaatkan oleh industri untuk menyusun strategi bisnis mereka dengan lebih efektif.

Kementerian Perindustrian mencatat laju pertumbuhan industri mamin pada 2017 mencapai 9,23%. Kontribusi industri mamin terhadap PDB sebesar 6,14% dan terhadap PDB industri nonmigas mencapai 34,3%, atau memberikan kontribusi tertinggi dibandingkan sektor lainnya pada 2017.

 

Tag : industri makanan dan minuman
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top