Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Impor Beras Masuk Lagi, Stok Bertambah

Total beras yang masuk akhir Maret ini menambah stok beras impor yang telah tiba sebelumnya pada Februari yakni 261.000 ton. Jika di akumulasi maka jumlah beras impor yang telah berada di Indonesia mencapai 410.000 ton.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 April 2018  |  15:20 WIB
Pekerja memindahkan karung berisi beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Pekerja memindahkan karung berisi beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Total beras yang masuk akhir Maretmenambah stok beras impor yang telah tiba sebelumnya pada Februari yakni 261.000 ton. Jika di akumulasi maka jumlah beras impor yang telah berada di Indonesia mencapai 410.000 ton.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan beras impor tersebut tiba di pekan terakhir Maret sesuai dengan kontrak yang telah disetujui. Sementara butuh beberapa hari untuk melakukan bongkar muatan.

"Beras impor dari Vietnam sebanyak 55.600 ton, sedangkan dari Thailand sebanyak 83.400 ton dan dari India 10.000 ton" kata Andrianto kepada Bisnis, Senin (2/4).

Andrianto menjelaskan beras impor masuk melalui tiga pelabuhan yakni Tanjung Priok Jakarta, Merak Banten, dan satu pelabuhan di Jawa Timur untuk beras dari Thailand dan Vietnam. Sedangkan dari India tiba melalui pelabuhan Belawan Medan.

Setelah bongkar, beras akan disimpan ke Gudang Buloh terdekat dari pelabuhan atau yang telah disepakati.

Dia melanjutkan, setelah beras tiba akan dilakukan proses pengemasan ulang dengan berbagai ukuran mulai dari berat 5 kilogram, 10 kilogram, 20 kilogram dan 25 kiligram. Setelahnya Bulog akan menunggu arahan pemerintah untuk langkah penyaluran ke pasar.

Sementara untuk mencapai 500.000 ton sesuai persetujuan dari pemerintah diperkirakan bakal tiba pada akhir pada akhir Mei atau Juni mendatang. Andrianto menyebut beras sebanyak 50.000 akan dipasok dari Pakistan dan 30.000 dari India. Negara terakhir tersebut juga akan memasok 10.000 ton yang diprediksi mencapai perairan RI pada Mei nanti.

Rencananya beras impor akan disalurkan ke pasaran menjelang pelaksanaan puasa dan lebaran Idulfitri. Langkah ini akan dilakukan untuk menekan harga hingga menyentuh harga eceran tertinggi (HET) yang ditetepkan oleh Kementerian Perdagangan.

Andrianto melepaskan persoalan penyaluran beras ke pasar akan diatur oleh Kemendag. Pihaknya hanya memasok beras dan menyerap beras milik petani lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor beras
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top