Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Millenials Masih Fokus Bidik Usaha di Kawasan CBD

Konsultan properti, Savills Indonesia, menilai generasi millennials akan tetap mencari kawasan pusat bisnis untuk membuka perusahaan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Maret 2018  |  16:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan properti, Savills Indonesia, menilai generasi millennials akan tetap mencari kawasan pusat bisnis untuk membuka perusahaan.
Kepala Departemen Riset Savills Indonesia Anton Sitorus menyatakan millennials memiliki frekuensi untuk mengambil hunian di arena pusat bisnis atau central business district (CBD) di Jakarta. Tingginya angka modern rukan di pinggiran Jakarta bukan disebabkan oleh generasi millennials.
Sebaliknya, modern rukan adalah bentuk permintaan dari selain generasi millennials yang belum terbiasa bekerja di gedung ataupun karena kesulitan menjangkau kawasan CBD.
“Banyak frekuensi millenials itu bukan ke lokasi suburban tapi ke downtown. Kedua, frekuensi millennials ini lebih banyak yang untuk sewa dibandingkan membeli,” kata Anton kepada Bisnis, di Kantor Savills Indonesia, Senayan City, Rabu (28/3/2018).
Menurut Anton Sitorus, modern rukan ini memang menyesuaikan dengan sejumlah kebutuhan dari millennials. Misalnya seperti di Business Loft, BSD City, sangat berdekatan dengan Universitas Prasetiya Mulya. Kawasan itu potensial untuk menjadi ruang kerja para alumni di daerah tersebut. Namun, umumnya para pembeli modern rukan tersebut bukanlah millennials, melainkan orangtua mereka.
“Biasanya bisa dibeli orangtua untuk generasi kedua, atau investasi. Karena buat millennials, kalau bisa berkembang di CBD buat apa di CBD yang di suburban kayak BSD? Ini karena pasar lemah, mereka bisa dapat harga sewa lebih rendah,” ungkap Anton.
Selain itu, dia tak menampik bahwa pengembang masih bisa menambah pembangunan modern rukan di sejumlah daerah yang memiliki potensi properti tinggi namun belum dikelola. Misalnya saja di Jakarta Timur dan kawasan Bodetabek.
“Sebenarnya bisa saja di Jakarta Timur, tetapi saat ini konsumennya berada di Pluit, di PIK, kebanyak disana. Jadi developer menyamperin kesana, kalau di Kalimalang, ngapain punya ruko di Kalimalang? Ke depan bisa bikin di daerah Timur. Konsep ini di pinggiran, bukan CBD, kalau CBD masih fokus buka office building dan strata office,” tutur Anton.
Sebagai informasi, Savills Indonesia menemukan tren baru di pasar properti yakni modern rukan di daerah pinggiran Jakarta. Ada pun beberapa contoh modern rukan tersebut adalah Cengkareng Business City (CBC) di pinggir tol menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ada pula Business Loft di Forest, Bumi Serpong Damai (BSD).
Ukuran modern rukan yang dikembangkan lebih besar, fasilitas lebih lengkap seperti lift dan basement. Hal ini terjadi karena orang Indonesia sudah terbiasa membuka perusahaan atau bisnis dengan kantor di rukan atau ruko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top