Kembangkan Kota Ramah Lingkungan, Ini Saran Untuk Pemerintah

Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam upaya pengembangan transportasi ramah lingkungan di Indonesia melalui lima kota percontohan dinilai patut diapresiasi.
Jaffry Prabu Prakoso | 23 Maret 2018 07:15 WIB
Kendaraan listrik sedang mengisi tenaga. - IEA

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam upaya pengembangan transportasi ramah lingkungan di Indonesia melalui lima kota percontohan dinilai patut diapresiasi.

Ketua Umum Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan salah satu langkah yang bisa dilakukan dalam pengangkutan barang ramah lingkungan (green freight) adalah pengurangan volume.

“Sebagai contoh, pengangkutan daging sapi misalnya, seharusnya yang diangkut dalam bentuk daging sapi bukan sapi hidup. Untuk sayur, yang diangkut adalah bagian-bagian sayur yang akan dikonsumsi, bagian-bagian lainnya dipisahkan dulu di area pertanian dan tidak diangkut,” paparnya, Kamis (22/3/2018).

Dengan demikian, pengangkutan akan lebih efisien dan mengurangi jumlah armada yang diperlukan. Menurut Setijadi, pengurangan jarak pengangkutan dilakukan antara lain dengan penerapan metode hub and spoke. Perusahaan menentukan pusat-pusat distribusi secara tepat berdasarkan pemetaan rantai pasok dari sentra produksi hingga pengecer dan konsumen.

Salah satu masalah penting yang mengakibatkan inefisiensi adalah masalah muatan balik. Kekosongan muatan balik dipandang dapat dihindari dengan pengembangan sistem informasi yang mempertukarkan data ketersediaan muatan dan kebutuhan pengangkutan berdasarkan jenis dan volume barang.

Masalah lainnya adalah peningkatan faktor pemuatan dan penggunaan ukuran kendaraan yang sesuai. Upaya untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan sistem konsolidasi muatan dan kerja sama antar pelaku logistik dan transportasi serta pengunaan sistem informasi.

Sebelumnya, SCI merekomendasikan beberapa hal untuk mendorong penerapan green freight, yaitu pemberian insentif berupa penghapusan atau pengurangan bea masuk dan pajak-pajak untuk pembelian armada yang ramah lingkungan, penyediaan skema pembiayaan pengadaan armada dengan bunga kompetitif, dan pemberian insentif keringanan pajak perusahaan bagi pelaku yang menerapkan green freight.

Adapun pemerintah belum menentukan lima kota yang bakal dijadikan percontohan. Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) Kemenhub Nelson Barus mengungkapkan program yang diberi nama Sustainable Urban Transport Programme Indonesia Nationally Apropriate Mitigation Action (Sutri NAMA) masih dalam tahap persiapan untuk mengembangkan perkotaan pengawasan lingkungan. 

Yang jelas, kelima kota yang dipilih harus memiliki komitmen menjadi ramah lingkungan. 

Tag : kemenhub, ramah lingkungan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top