Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Upaya Desentralisasi Mampu Mengurangi Ketimpangan

Bisnis.com, JAKARTA Pemerintah mengklaim upaya mengurangi disparitas dengan desentralisasi menunjukkan tren yang membaik. Tahun in,i rasio ketimpangan ditargetkan menurun hingga 0,380 dari catatan tahu lalu 0,393.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  17:04 WIB
Warga beraktivitas di permukiman yang terletak di bantaran Sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/10). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Warga beraktivitas di permukiman yang terletak di bantaran Sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/10). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengklaim upaya mengurangi disparitas dengan desentralisasi menunjukkan tren yang membaik. Tahun in,i rasio ketimpangan ditargetkan menurun hingga 0,380 dari catatan tahu lalu 0,393.

Dalam RPJMN 2015-2019 pun, rasio ketimpangan ditargetkan dapat ditekan hingga mencapai 0,36 pada 2019.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brojonegoro mengatakan, upaya desentralisasi sudah menunjukkan tren yang membaik. Namun, efek yang dirasakan mungkin tidak bisa secepat yang diharapkan.

Sebab, menurut Bambang, dalam membangun sebuah negara membutuhkan proses dan tidak bisa menggunakan trik sulap yang kilat.

"Apalagi Indonesia ini perubahannya drastis kalau kita nilai. Waktu UU Otonomi 2004, dari daerah yang sentralisasi waktu itu hanya 300-an. Mungkin salah satu kelemahan kita kurang hati-hati pada pemekaran daerah. Sebab saat ini pemekaran kabupaten/kota sudah menjadi 541," katanya, Kamis (22/3/2018).

Untuk itu, Bambang menyimpulkan desentralisasi politik jalan karena ada pilkada, desentralisasi fiskal jalan karena ada DAU untuk mengurangi ketimpangan daerah, kemudian desentralisasi administrasi juga berjalan.

Namun, menurutnya, ada satu jenis yang belum berhasil yaitu desentralisasi ekonomi karena daerahnya terlalu banyak. Artinya, suatu daerah pasti punya skala ekonomi.

Daerah itu bisa berkembang cepat, tetapi jika tidak memiliki kewenangan akan susah berkembang seperti masa lalu. Namun, desentralisasi daerah juga tidak bisa terlalu kecil, karena akan bergantung pada daerah lain.

"Padahal otonomi itu menciptakan ego antardaerah, yang namanya kerja sama antardaerah itu enak diomongkan tetapi susah diiimplementasikan," ujarnya.

Bambang menilai, aspek belum sempurnanya desentralisasi ekonomi pula yang membuat pemerintah harus meletakkan topik tersebut dalam forum diskusi Internasional sebab harapan desentralisasi itu akan mempercepat pengurangan kesenjangan belum sepenuhnya teralisir.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketimpangan ekonomi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top