Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABAR PASAR 22 MARET: Menanti Insentif Pajak Obligasi, Produktivitas Minim

Berita mengenai rencana pemerintah memangkas pajak bunga obligasi serta dampak dari utang pemerintah menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Kamis (22/3/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  08:09 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai rencana pemerintah memangkas pajak bunga obligasi serta dampak dari utang pemerintah menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Kamis (22/3/2018).

Berikut ringkasan sejumlah topik utama media massa hari ini:

Menanti Insentif Pajak Obligasi. Rencana pemerintah memangkas pajak bunga obligasi valuta asing diyakini akan mengakselerasi korporasi untuk menghimpun dana di pasar global. (Bisnis Indonesia)

Dampak Utang Pemerintah, Produktivitas Minim. Pertumbuhan utang pemerintah yang signifi kan dalam 3 tahun terakhir dinilai belum memiliki multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Susun Peraturan Turunan. Pemerintah memastikan akan menyusun peraturan turunan terkait implementasi Kebijakan Satu Peta yang masih dijadwalkan rilis pada Agustus 2018. (Bisnis Indonesia)

OJK Segera Rilis Aturan Teknis. Otoritas Jasa Keuangan segera merilis aturan terkait dengan penempatan dana tabungan perumahan rakyat atau Tapera pada instrumen reksa dana. (Bisnis Indonesia)

Gejolak Pasar Obligasi Hanya Sesaat. Pasar obligasi Indonesia diprediksi hanya mengalami gejolak singkat pascapengumuman keputusan The Fed dalam Federal Open Market Committe (FOMC) meeting pekan ini. (Bisnis Indonesia)

Dilema BI Mempertahankan Suku Bunga. Tren pelemahan rupiah masih berlanjut. Pekan ini, rupiah juga dihadapkan pada rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang dibahas dalam pertemuan Federal Open Market Comittee (FOMC) Kamis (22/3). (Kontan)

Kemampuan Fiskal Tergerus Utang. Gencarnya penarikan utang dalam tiga tahun terakhir belum mampu mendongkrak laju perekonomian nasional. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun terakhir yang stagnan di level 5%. (Kontan)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top