Tekan 'Cost Recovery', ESDM Minta Audit Teknik dan Komersial Blok Kasuri

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta Genting Oil Kasuri Pte. Ltd melakukan audit atas biaya pada proyek di blok Kasuri. Harapannya, hasil audit itu bisa membuat biaya yang dikeluarkan untuk menggarap blok di Indonesia Timur itu bisa lebih efisien.
Surya Rianto | 16 Maret 2018 07:17 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar memberikan keterangan hasil kunjungan kerjanya, di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta Genting Oil Kasuri Pte. Ltd melakukan audit atas biaya pada proyek di blok Kasuri. Harapannya, hasil audit itu bisa membuat biaya yang dikeluarkan untuk menggarap blok di Indonesia Timur itu bisa lebih efisien.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, pihaknya meminta untuk dilakukan audit teknikal dan komersial pada blok Kasuri lewat konsultan atau pihak ketiga. Nantinya, hasil audit itu akan menilai apakah biaya yang tercantum dalam plan of development blok Kasuri cukup logis atau tidak.

"Audit itu akan melihat biaya pengeboran dan biaya lainnya. Hal ini dilakukan bukan berarti biaya di blok Kasuri terlalu tinggi, tetapi biar lebih fair saja," ujarnya pada Kamis (15/3) malam.

Adapun, Arcandra mengaku, pihaknya meminta ada audit pihak ketiga di blok Kasuri dalam rangka efisiensi dan berupaya menekan cost recovery. Aksi audit itu pun disebut tidak akan berdampak kepada persetujuan plans of development (PoD) blok Kasuari tersebut.

"Kalau, POD tinggal jalan saja, audit juga akan dilakukan sambil jalan. Nanti, di tengah-tengah kalau ada yang harus diperbaiki, ya diperbaiki, kami ingin mempercepat proses saja," ujarnya.

Adapun, proses persetujuan POD blok Kasuri tengah mencapai tahap konsultasi daerah dengan pemerintah daerah Papua.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal disebut tengah berada di Papua untuk melakukan konsultasi daerah. Sebelumnya, Tunggal mengatakan, proses konsultasi daerah menjadi tahap puncak untuk persetujuan POD blok Kasuri.

POD blok Kasuri sempat terhambat seiring dengan belum menemukan pembeli gas yang cocok. Lalu, persoalan itu pun diselesaikan dengan cara membangun petrokimia. Arcandra mengatakan pihaknya berharap POD blok Kasuri bisa sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

"Kan, kami ingin percepat juga tuh PODnya," ujarnya.

Blok Kasuri itu diperkirakan bisa memproduksi gas sekitar 285 juta kaki kubik per hari. Pengeboran pun sudah dilakukan sejak 2013.

Tag : esdm
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top