Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Impor Beras Pemerintah Topang Lonjakan Impor Februari

Impor barang konsumsi sepanjang Februari 2018 meningkat tajam hingga 55,32% (year on year/YoY) dibandingkan tahun lalu.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 15 Maret 2018  |  15:26 WIB
ilustrasi. - ANTARA/Sigid Kurniawan
ilustrasi. - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Impor barang konsumsi sepanjang Februari 2018 meningkat tajam hingga 55,32% (year on year/YoY) dibandingkan tahun lalu. 

Hal dipicu oleh impor beras pemerintah yang telah ditetapkan sebesar 500.000 ton tahun ini. 

Secara rinci, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang konsumsi Februari 2018 mencapai US$1,38 miliar. 

Adapun, kontribusi impor barang konsumsi terhadap keseluruhan impor Indonesia hanya kecil, yakni 9,72%. 

Kepala BPS 'Kecuk' Suhariyanto mengatakan beberapa barang impor yang mengalami kenaikan a.l. impor beras yang berasal dari Vietnam dan Thailand.

"Sebenarnya kalau beras itu memang diputuskan untuk menambah stok, kita masih butuh beras untuk Rastra dan kebetulan cuaca tidak terlalu bagus sehingga produksi kemarin kurang bagus," ungkap Kecuk, Kamis (15/3/2018).

Dari data BPS, pemerintah telah melakukan impor melalui Perum Bulog untuk beras Vietnam sebanyak 110.750 ton dengan nilai impor US$51.57 juta. 

Sementara itu, impor beras dari Thailand tercatat 120.000 ton dengan nilai US$56.61 juta. 

Dengan demikian, impor beras pemerintah yang belum terealisasi masih tersisa hingga 269.250 juta ton hingga akhir Februari 2018. 

Selain beras, BPS mencatat impor jeruk mandarin jenis kino dari Pakistan juga meningkat dengan total nilai US$19,8 juta. Ini disebabkan oleh hari raya Imlek. 

"Jadi untuk barang konsumsi itu yang menyebabkan kenaikan," tegas Kecuk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bps impor beras
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top