EKSPOR CPO: RI Bidik Pasar Baru

Kementerian Perdagangan menargetkan perluasan pasar minyak sawit mentah dapat meningkatkan ekspor sektar 15%.
Rayful Mudassir | 14 Maret 2018 22:55 WIB
Kelapa sawit. - .Bloomberg/Taylor Weidman

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan perluasan  pasar minyak sawit mentah (CPO) dapat meningkatkan  ekspor sektar 15%.

Kemendag membidik sejumlah pasar baru, yaitu  Amerika Latin, Afrika, Eropa Timur, Timur Tengah hingga Bangladesh dan Pakistan. Upaya itu dilakukan setelah ekspor produk tersebut  mengalami sejumlah kendala di pasar tradisional.

Sejumlah hambatan yang mengganggu ekspor CPO seperti keputusan India menaikan tarif masuk mencapai 44%, rencana penghapusan biodiesel berbahan minyak kelapa sawit oleh Eropa serta kenaikan bea masuk antidumping oleh Amerika terhadap biodiesel.

Kepala Badan Pengajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri mengatakan dunia usaha bersama-sama pemerintah harus mengupayakan atau mengalihkan serta mencari pasar baru potensial.

“Pemeritah akan mencari negara potensial yang selama ini belum banyak digarap tetapi memiliki potensi dan demand yang cukup menjanjikan terutama pasar ekspor nontradisional di beberapa kawasan,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (14/3/2018).

Pihaknya berharap paling tidak upaya pencarian pasar baru mampu memberikan kompensasi dampak kehilangan ekspor ke negara yg mengenakan hambatan. Bahkan menurutnya sejak kenaikan tarif CPO dua kali dari 15% menjadi 30%, volume ekspor CPO Indonesia ke India turun sekitar 15%. Terakhir bea masuk kembali dinaikan menjadi 44% pada 1 Maret.

“Artinya pengalihan pasar ekspor diharapkan meningkat minimal 15%. Strategi lainnya tentu peningkatan konsumsi di dalam negeri termasuk pemenuhan program peningkatan penggunan biodisel sebagai energi terbarukan yang sudah berjalan,” jelasnya.

Tag : cpo
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top