KJA Offshore Hendaknya Libatkan Produsen Keramba Lokal

Pengembangan budi daya ikan laut lepas pantai diminta melibatkan produsen keramba jaring apung dalam negeri jika program KJA offshore perdana yang digagas pemerintah berhasil.
Sri Mas Sari | 13 Maret 2018 17:11 WIB
Foto aerial keramba jaring apung, di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (16/4). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembangan budi daya ikan laut lepas pantai diminta melibatkan produsen keramba jaring apung dalam negeri jika program KJA offshore perdana yang digagas pemerintah berhasil.

Ketua Komisi Tetap Industri Makanan dan Protein Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Thomas Darmawan mengatakan beberapa pabrikan di Indonesia mampu menghasilkan KJA untuk digunakan di lepas pantai, seperti Aquatec dan PT Stargold Internusa Jaya. Beberapa produk yang dihasilkan pun selama ini sudah diekspor ke China.

"Kenapa tidak manfaatkan mereka? Kalau Norwegia ajukan kerja sama, kita adu saja," katanya, Selasa (13/3/2018).

Menurut Thomas, produk lokal pun perlu diuji coba untuk membuktikan keandalannya dibandingkan teknologi Norwegia. Dia mengusulkan agar dua dari tiga lokasi KJA offshore yang mencakup Sabang, Pangandaran, dan Karimunjawa, menggunakan produk domestik.

Selain itu, Thomas menyarankan agar pengembangan KJA offshore memanfaatkan bekas fasilitas pengeboran minyak lepas pantai (oil rigs) tua yang sudah tidak dipakai.

Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) itu mencatat ada sekitar 405 oil rigs tua yang saat ini tak digunakan. Menurut dia, beberapa di antaranya dapat digunakan a.l. sebagai jangkar keramba dan tambat kapal-kapal penampung.

"Rig-rig yang ada sejak zaman Belanda itu lokasinya berada di laut yang relatif tidak dalam, seperti Pangkalanbrandan, Lhokseumawe. Itu daerah-daerah yang semestinya menjadi prioritas penempatan KJA offshore," ujarnya.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, Jumat (9/3/2018), mengemukakan kemungkinan pengoperasian KJA offshore pada pekan ketiga April. Semula, benih kakap putih (barramundi) akan ditebar Desember 2017, tetapi perakitan keramba dengan teknologi Norwegia itu terkendala cuaca ekstrem.

"Insyaallah minggu ketiga April sudah ditebar. Sekarang sudah hampir finish perakitannya. Akhir bulan akan selesai semua. seperti di Pangandaran semua sudah ke laut, tinggal mooring system [sistem tali tambat] saja," jelasnya.

Dari Norwegia, Indonesia mengadopsi teknologi pembuatan keramba dan pembesaran benih di tengah laut, termasuk sistem pemantauan dan pemberian pakan. Seperti diketahui, Norwegia selama ini maju karena mengandalkan perikanan budidaya, khususnya budidaya ikan salmon, sebagai penggerak utama ekonomi. Sekitar 80% produk domestik bruto negara di Semenanjung Skandinavia itu disumbang oleh industri akuakultur.

Tag : keramba, keramba jaring apung
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top