Jamin Pasokan, Pelni Perluas 'Rumah Kita' Di Indonesia Timur

PT Pelni (Persero) melalui anak usahanya PT Sarana Bandar Nasional (SBN) membuka sentra logistik Rumah Kita di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Pembukaan gerai Rumah Kita diharapkan bisa menjamin ketersediaan barang dan menekan disparitas harga.
Rivki Maulana | 13 Maret 2018 13:01 WIB
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT. Pelni, Hari Budiharto memberikan sambutan pada acara peresmian gerai logistik Rumah Kita di Kota Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, Senin (12/3/2018 - Antara)

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelni (Persero)  membuka sentra logistik Rumah Kita di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Pembukaan gerai Rumah Kita diharapkan bisa menjamin ketersediaan barang dan menekan disparitas harga.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Harry Boediarto mengatakan pembuakaan gerai Rumah Kita di Indonesia Timur dilakukan oleh anak usaha Pelni, yakni PT Sarana Bandar Nasional.  

Dia menyebut pembukaan Rumah Kita di Saumlaki juga menjadi lanjutan pembukaan gerai serupa di Timika, Manokwari, dan Morotai. Selanjutnya SBN akan membuka gerai di Merauke,Sorong, dan Serui.

“Dengan hadirnya Rumah Kita di Saumlaki, kami pun telah merealisasikan penugasan dari induk (Pelni),” ujar Harry dalam keterangan resmi,  Selasa (13/3/2018).

Direktur Utama SBN, Suharyanto mengatakan perusahaan telah merancang gerai agar dapat melayani kebutuhan masyarakat, baik belanjan secara eceran maupun grosir.

Suharyanto berharap, operasional Rumah Kita di Saumlaki bisa menjamin ketersediaan barang-barang penting dan mengurangi disparitas harga. Distribusi barang ke Rumah Kita akan dipasok melalui kapal Pelni lewat program Tol Laut.

“Saat ini kami juga memasarkan beras dari petani Merauke sebanyak 15 ton untuk memasok kebutuhan warga di Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan menggunakan KM. Sirimau,” terang Suharyanto, Selasa (13/3/2018).

Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Agustinus Utuwaly mendukung kehadiran Rumah Kita di Saumlaki. Dia menilai hadirnya Rumah Kita dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan kompetitif sehingga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Melalui daya saing daerah yang unggul itulah akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan gizi buruk ,” jelasnya.

Agustinus berharap program Rumah Kita  diteruska sampai ke seluruh desa di wilayah Maluku Tenggara Barat. Menurutnya, koperasi dan usaha masyarakat lainnya bisa mendukung program tersebut, tidak terbatas pada BUMD.

Untuk diketahui, Rumah Kita merupakan gagasan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN untuk menurunkan harga komoditas di destinasi program Tol Laut. Caranya dengan melakukan sinergi  BUMN, antara lain  Pelni, Pelindo, RNI, Bulog, PPI dan lainnya. Secara keseluruhan, tahun ini  Kemenhub  menugaskan BUMN untuk membangun 40 Rumah Kita di seluruh Indonesia.

Tag : pelni
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top