Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENAMBAHAN SUBSIDI BBM: Pemerintah Segera Bahas dengan DPR

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana penambahan subsidi energi masih perlu dibicarakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 07 Maret 2018  |  10:49 WIB
Ilustrasi - Antara/Dedhez Anggara
Ilustrasi - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana penambahan subsidi energi masih perlu dibicarakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Meski demikian opsi untuk perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 belum menjadi prioritas.

Adriyanto, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, mengatakan bahwa saat ini otoritas fiskal masih menunggu rekomendasi dari biro hukum terkait mekanisme mana yang akan diambil.

"Sekarang juga masih dibahas mekanisme hukumnya. Saya masih belum bisa banyak cerita tentang hal ini," kata Adriyanto kepada Bisnis, Selasa (6/3).

Penambahan subsidi energi menjadi pilihan pemerintah sebagai respons terus membengkaknya harga minyak mentah dunia yang pada Januari lalu telah naik hampir 30% dari asumsi di APBN 2018 yang dipatok US$48 per barel.

Adriyanto menyanggah jika rencana penambahan subsidi energi tersebut dikaitkan dengan momen politik lima tahunan yang akan dihelat tahun depan.

Dia memastikan keputusan tersebut selain sebagai respons melonjaknya harga ICP, juga sangat erat kaitannya dengan upaya menjaga daya beli yang kian tergerus.

"Rencana ini enggak ada hubungan dengan tahun politik. Tapi pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi bbm
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top