Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setop Konstruksi Layang, Jakarta Tollroad Fokus Bangun Fondasi

PT Jakarta Tollroad Development menyebut bahwa penghentian sementara proyek infrastruktur layang atau elevated berpengaruh terhadap progres penyelesaian proyek jalan tol.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 22 Februari 2018  |  21:06 WIB
Ilustrasi: Kendaraan terjebak kemacetan di ruas jalan tol dalam kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/5). - Antara/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi: Kendaraan terjebak kemacetan di ruas jalan tol dalam kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/5). - Antara/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jakarta Tollroad Development menyebut bahwa penghentian sementara proyek infrastruktur layang atau elevated berpengaruh terhadap progres penyelesaian proyek jalan tol.

Direktur Utama PT Jakarta Tollroad Development Frans Satyaki Sunito mengatakan bahwa saat ini perusahaan tidak melakukan pekerjaan layang atau berkualifikasi berat seiring dengan telah diterimanya surat edaran berupa instruksi Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono yang meminta agar proyek yang tengah digarap perusahaan dihentikan sementara.

"Kemarin kami baru saja mau melakukan pekerjaan yang layang pier head. Karena ada instruksi untuk tidak dilakukan, kami setop dulu," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (22/2/2018).

Selama masa penghentian sementara, pihaknya tengah melakukan pembangunan fondasi tol. Pasalnya rerata 6 ruas tol dalam kota ini dibangun secara elevated.

PT Jakarta Tollroad Development saat ini tengah menggarap proyek 6 ruas jalan tol dalam Kota Jakarta. Proyek tersebut termasuk ke dalam 32 proyek jalan tol yang dihentikan sementara pengerjaannya oleh Kementerin PUPR.

Menurut mantan dirut PT Jasa Marga Tbk itu, dengan dilakukan penghentian sementara ini, pemerintah bersama dengan kontraktor dapat mengevaluasi prosedur kinerja yang telah dilakukan selama ini.

Pembangunan 6 ruas tol dalam Kota Jakarta tahap pertama dibagi dalam tiga seksi dengan seksi A Kelapa Gading—Pulo Gebang sepanjang 9,30 kilometer, seksi B Semanan—Grogol sepanjang 9,50 kilometer, dan seksi C Grogol—Kelapa—Gading sepanjang 12,40 kilometer.

Sementara itu, untuk seksi B dan seksi C belum dilakukan konstruksi yang rencananya baru akan dimulai pada tahun ini.

Pembangunan proyek 6 ruas tol dalam kota telah dimulai sejak Februari 2017 dan seluruhnya ditargetkan selesai pada 2022.

Nilai investasi pembangunan proyek sepanjang 69,77 kilometer ini ialah Rp41,17 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan konstruksi
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top