Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga mengamati tim Labfor Bareskrim Pori melakukan olah tempat kejadian perkara pascarobohnya bekisting pier head pada proyek konstruksi pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan D.I. Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Premium

Duh! Lagi-Lagi Proyek Konstruksi Ambruk

27 Agustus 2020 | 06:36 WIB
Berdasarkan kacamata konsultan proyek, proses kerja yang tidak tertib, baik oleh kontraktor, konsultan, maupun pemberi kerja menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan konstruksi.

Bisnis.com, JAKARTA — Sehari sebelum perayaan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI tahun ini, sektor infrastruktur nasional dikejutkan dengan peristiwa ambruknya pekerjaan konstruksi proyek tol Cibitung—Cilincing di Jakarta Utara.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bergerak cepat dengan langsung turun ke lapangan dan meninjau lokasi kejadian kecelakaan konstruksi.

Sebagai lembaga yang mengawasi pembangunan proyek tol mulai dari hulu ke hilir, BPJT langsung mencari tahu apa penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada pembangunan jalan bebas hambatan itu.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengaku salah satu masalah yang ditemukan yaitu pada sistem perancah sebagai penahan beban pekerjaan beton proyek tol.

"Sistem perancah gelagar tidak mampu mendukung beban saat pengecoran dilakukan," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Akibat kejadian tersebut, BPJT akhirnya memutuskan pengerjaan proyek jalan tol Cibitung—Cilincing sepanjang 34 kilometer yang pembangunannya dikerjakan oleh PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) diberhentikan sementara sampai langkah investigasi penyebab kejadian ini ditemukan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top