HARGA AYAM: Peternak Besar Obral, Si Kecil Menjerit dan Lapor Ke Kemendag

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko melaporkan peternak ayam besar ke Kementerian Perdagangan lantaran adanya dugaan banting harga jual yang mengakibatkan meruginya peternak mandiri.
Rayful Mudassir | 15 Februari 2018 17:35 WIB
Ayam broiler - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko melaporkan peternak ayam besar ke Kementerian Perdagangan lantaran adanya dugaan  banting harga jual yang mengakibatkan  meruginya peternak mandiri. 

Temuan Pinsar tersebut telah dilaporkan kepada Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. Pihaknya berharap ada sikap tegas pemerintah untuk mengembalikan kesejahteraan peternak, termasuk harga ayam.

“Ayam broiler budidaya ada dari peternak rakyat dan perusahaan integrateed. Mereka [pengusaha ternak skala besar] banting harga jual di bawah batas,” kata Singgih kepada Bisnis, Kamis (15/2/2018).

Dia mengatakan harga batas bawah ayam seharga Rp17.000 per kg. Sementara pengusaha besar menjual  Rp15.000 per kg di Jawa Timur. Apalagi di harga acuan penjualan ayam  di tingkat peternak sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) berada di Rp18.000 per kg.

Pihaknya mensinyalir kondisi ini akibat adanya indikasi predatory princing, di mana pengusaha menjual harga murah untuk mematikan penernak mandiri. “Populasi ayam mereka banyak dan dijual murah di farm,” sebutnya.

Anjloknya harga ayam ini terjadi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain melaporkan kepada pemerintah, Pinsar juga telah melakukan konsolidasi ke peternak mandiri dan pengusaha yang terintegrasi untuk segera memperbaiki harga ayam.

Pihaknya berharap pemerintah bentindak tegas untuk menstabilkan harga ayam. Pasalnya, jika tidak segera ditanggulangi, kerugian akan semakin membengkak pada peternak rakyat atau mandiri.

Tag : harga ayam
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top