BPH Migas Validasi Calon Shipper Sebelum Lanjutkan 18 Proyek Pipa Gas

Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas tengah melakukan validasi calon pengguna pipa gas atau shipper untuk melanjutkan 18 proyek pipa gas yang tertulis dalam rancangan induk jaringan gas bumi nasional atau RIJGBN periode 2012 2025.
Surya Rianto | 14 Februari 2018 18:24 WIB
Pipa Gas-1. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas tengah melakukan validasi calon pengguna pipa gas atau shipper untuk melanjutkan 18 proyek pipa gas yang tertulis dalam rancangan induk jaringan gas bumi nasional atau RIJGBN periode 2012 – 2025.

Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan, pihaknya sedang melakukan validasi calon pengguna pipa gas. BPH Migas pun melihat masih ada kemungkinan pembangunan jaringan pipa dilanjutkan.

“Namun, pembangunan dilanjutkan dengan catatan ada pengguna pipa gasnya,” ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (14/2).

Sejauh ini, BPH Migas mencatat ada beberapa kendala dalam proses pembangunan proyek 18 pipa gas tersebut.

Jugi menuturkan, beberapa proyek pipa gas belum dibangun karena tidak ada komitmen Gas Transport Aggrement (GTA). Komitmen itu harus diteken antara transporter dengan pengguna pipa gasnya.

“Nah, Pengguna pipa gas itu tidak punya atau tidak dapat alokasi gas. Hal itu membuat tidak ada gas yang berarti tidak ada gas yang mengalir ke pipa sebagai komitmen GTA, akhirnya proyek pipa terpaksa batal dibangun,” tuturnya.

Adapun, BPH Migas mencatat baru 2 proyek pipa gas dari total 18 proyek yang sudah mulai berjalan. Kedua proyek itu antara lain, Gresik-Pusri yang dikerjakan oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), dan Duri-Dumai yang dikerjakan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dan Pertagas.

Proyek pipa gas Gresik Pusri yang dikerjakan Pertagas itu dibangun sepanjang 176 km, sedangkan pipa gas Duri-Dumai dibangun sepanjang 67 km.

Lalu, ada 1 proyek yang sudah diajukan oleh PPD Sumatera Selatan yakni, Pusri menuju Tanjung Api-api sampai Muntok. Namun, jalur pipa gas itu belum sampai tahap lelang karena belum feasability study (FS) dan Front End Engginering Design (FEED).

Sebelumnya, Ketua BPH Migas Fanshurullah Asa menyebutkan, kendala dalam melakukan lelang pipa gas itu ada tiga antara lain, infrastruktur, supply side, dan demand side.

Pada proyek jaringan pipa gas Kalimantan-Jawa (Kalija) II terpaksa mangkrak sekitar 11 tahun. Padahal, proyek itu sudah memiliki pemenang lelang yakni, PT Bakrie & Brothers Tbk.

Ivan, sapaan Fanshurullah, mengatakan, pada proyek pipa gas Kalija II belum terbangun walaupun sudah ada pemenang lelang sejak 2006.

Proyek itu pun dibagi menjadi dua bagian yakni, jaringan Kalija I sepanjang 2.200 km sudah jalan. Lalu, Kalija II sepanjang 1.000 km dimulai dari Bontang belum berjalan.

“Baru dari Gresik saja yang sudah jalan,” ujarnya.

BPH Migas mencatat proyek 18 pipa gas itu berpotensi memiliki nilai investasi senilai RP267,12 triliun. Proyek 18 pipa gas transmisi itu akan dibangun dengan panjang 17.903 km hingga 2025.

Tag : bph migas
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top