Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Surveyor Indonesia : Konsultan Independen Patut Terlibat Sejak Awal Proyek

Keterlibatan konsultan independen sejak awal perencanaan proyek infrastruktur dinilai krusial guna meminimalisir risiko penyimpangan desain dan terjadinya kecelakaan saat konstruksi.
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia  M. Arif Zainuddin memberikan penjelasan mengenai peran verifikator independen dalam Pemastian Kualitas Proyek Strategis Nasional pada pertemuan ke-54 Marketers Club di Jakarta, Rabu (31/1)./JIBI-Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M. Arif Zainuddin memberikan penjelasan mengenai peran verifikator independen dalam Pemastian Kualitas Proyek Strategis Nasional pada pertemuan ke-54 Marketers Club di Jakarta, Rabu (31/1)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA-- Keterlibatan konsultan independen sejak awal perencanaan proyek infrastruktur dinilai krusial guna meminimalisir risiko penyimpangan desain dan terjadinya kecelakaan saat konstruksi.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (SI) M.Arif Zainuddin memaparkan setiap proyek memiliki tiga tahapan yaitu perencanaan, pembangunan dan operasional.

Dalam ketiga tahapan tersebut, dibutuhkan konsultan independen yang melakukan penilaian terhadap studi kelayakan, desain konstruksi, dan administratif lainnya seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga kesesuaian laporan progres konstruksi dengan realita di lapangan.

"Kalau tidak ada independent body,maka kontraktor tidak terverifikasi. Apakah progres proyeknya sesuai dengan laporan," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (31/01).

Dia mencontohkan, saat ini SI terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek Palapa Ring yang merupakan proyek prioritas nasional. Selain itu, juga terlibat dalam proyek pembangkit listrik 35.000 MW di sejumlah daerah.

"Kita pastikan teknikalnya bagus, dan memenuhi setiap regulasi. Konstruksinya juga sesuai desain," jelasnya.

Adapun pada tahun ini, perusahaan jasa survey, inspeksi, sertifikasi dan konsultasi tersebut menargetkan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp1,21 triliun, tumbuh 20% dibanding tahun 2017 yang diproyeksikan sekitar Rp1,01 triliun.

Arif mengaku optimistis dapat mencapai target tersebut, mengingat pada tahun ini pihaknya telah memiliki kontrak kerja sama dengan mitra strategis.

Salah satunya perencanaan desain Terminal IV Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng dengan PT Angkasa Pura II, dan sertifikasi green building untuk Bandara Ngurah Rai Bali dengan PT Angkasa Pura I.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Deandra Syarizka
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper