Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

40% Warga Indonesia Merasa Kotanya Tidak Nyaman Dihuni

Survey Indonesia Most Livable City Index 2017 menyebutkan masih terdapat 40% warga kota di Indonesia merasakan kotanya tidak nyaman dihuni.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 31 Januari 2018  |  08:15 WIB
Suasana simpang susun semanggi di Jakarta, Minggu (19/11) malam. - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana simpang susun semanggi di Jakarta, Minggu (19/11) malam. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Survey Indonesia Most Livable City Index 2017 menyebutkan masih terdapat 40% warga kota di Indonesia merasakan kotanya tidak nyaman dihuni.

Survei yang dirilis Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) ini juga menyebutkan, beberapa kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, dan Makassar masih berjuang menuju kota layak huni.

Bernardus Djonoputro, Ketua Umum IAP, mengatakan bahwa negara harus hadir untuk melakukan perencanaan tata ruang nasional agar menciptakan ruang-ruang layak hidup dan mampu menopang kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Harapan perencanaan kota-kota masa depan kita yang nyaman dan produktif masih sebatas tataran wacana populis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (31/1/2018).

Adapun Survey Indonesia Most Livable City Index 2017 dilakukan di 19 provinsi dan 26 kota. Beberapa kota yang mendapat nilai di atas rata-rata antara lain Solo, Palembang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Tangerang Selatan, dan Banjarmasin.

Kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Manado, Palangkaraya, Yogyakarta, Malang, Bandung hanya mendapat nilai rata net atau harus berjuang menuju kota yang layak.

Survey Indonesia Most Livable City Index 2017 menggunakan tujuh kriteria mendasar. Pertama, ketersediaan kebutuhan dasar seperti perumahan yang layak, air bersih, jaringan listrik, sanitasi, ketercukupan pangan dan lainnya.

Kedua, ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti transportasi publik, taman, fasilitas kesehatan dan lainnya. Ketiga, ketersediaan ruang publik sebagai wadah untuk berinteraksi antarakomunitas.

Keempat, aspek keamanan dan keselamatan. Kelima, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, kemudian dukungan fungsi ekomomi, sosial, dan budaya kota, dan terakhir kualitas lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti ikatan ahli perencanaan indonesia (iap) kota layak huni
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top