Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tokyu Land Luncurkan Proyek Baru Mega Kuningan

Tokyu Land Luncurkan Proyek Baru Mega Kuningan
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 10 Januari 2018  |  21:08 WIB
Tokyu Land Luncurkan Proyek Baru Mega Kuningan
Ilustrasi pembangunan apartemen - Antara/Audy Alwi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Tokyu Land Indonesia mengumumkan pengembangan proyek baru dengan fasilitas kompleks berskala besar yang terdiri dari kondominium, apartemen sewa, dan fasilitas-fasilitas komersial lainnya di wilayah Mega Kuningan, jantung Kota Jakarta (CBD), Indonesia.

Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia Keiji Saito mengatakan proyek bernama Mega Kuningan ini merupakan proyek pengembangan urban ketiga yang dipimpin oleh Tokyu Land, setelah BRANZ Simatupang dan BRANZ BSD, yang saat ini pengembangannya juga masih berlangsung. Proyek ini berdiri di atas lahan 11.253 meter persegi.

“Proyek ini menjadi proyek pengembangan fasilitas kompleks berskala besar dan usaha manajemen sewa-menyewa pertama bagi Grup Tokyu Land,”katanya Rabu (10/1).

Keiji Saito menambahkan lesunya penjualan proyek properti di Indonesia menjadi tantangan tersendiri namun dia meyakini bahwa masih banyak kalangan yang mencari produk berkualitas.

“Dengan mengadopsi hunian pintar ala Jepang, hal ini membutuhkan kepercayaan konsumen dan tentunya kami terbuka terhadap tingkat pembangunan fisik yang terus bisa dipantau oleh publik,” katanya.

Sebelumnya anak usaha Tokyu Land Corporation yang bekerja sama dengan Mitsubishi Corporation itu telah memulai proyek apartemen premium di bawah bendera BRANZ.

Tak hanya perkara teknologi,dengan bendera BRANZ perusahaan juga akan memperhatikan pemeliharaan aset gedung secara jangka panjang. Keiji mengungkapkan setelah serah terima unit dilakukan pihaknya tetap berperan sebagai pengelola gedung supaya dapat menangani dan memantau secara langsung perbaikan yang terjadi.

Semenjak dikembangkan pada 2015, Tokyuland Indonesia telah menjual 500 unit dari dua menara Branz BSD yang telah dipasarkan. Perusahaan menargetkan masih mampu meraup Rp500 miliar dari target penjualan sebanyak 250 unit hingga akhir tahun lalu.

Saat ini karakteristik pembeli hunian pintar sebesar 60% memang merupakan investor domestik ataupun beberapa perusahaan Jepang yang membeli untuk dihuni bagi para pekerjanya sedangkan sisanya memilih untuk langsung dihuni sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokyu land
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top