Penyalur BBM Ditunjuk 5 Tahun, Jonan Harapkan Pengusaha Mau Investasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan berharap perusahaan yang ditugaskan sebagai penyalur serta penyedia BBM tertentu dan khusus bisa melakukan investasi untuk jangka panjang, terutama untuk penambahan jaringan pom bensin di kawasan terluar, terdepan, dan tertinggal.
Surya Rianto | 08 Januari 2018 11:44 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) didampingi Wakil Menteri Archandra Tahar (kedua kanan) menyampaikan pandangannya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan berharap perusahaan yang ditugaskan sebagai penyalur serta penyedia BBM tertentu dan khusus bisa melakukan investasi untuk jangka panjang, terutama untuk penambahan jaringan pom bensin di kawasan terluar, terdepan, dan tertinggal.

Jonan mengatakan jika penunjukkan penyalur dan penyedia BBM khusus maupun tertentu ditetapkan setiap tahun akan cukup berat bagi pengusaha untuk investasi. "Soalnya, kalau tahun ini ditunjuk tapi tahun depan belum ditentukan, itu jadi ketidakpastian. Apalagi, sekarang BBM didorong satu harga, kalau ditunjuk cuma setahun ya enggak balik modal," ujarnya, Senin (8/1/2018).

Jonan melanjutkan saat ini jumlah total pom bensin PT Pertamina (Persero) adalah 6.800 buah. Dari jumlah itu, hanya 170 unit yang dimiliki langsung oleh perusahaan pelat merah tersebut sedangkan sisanya merupakan mitra Pertamina yang tergabung dala Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas.

Dengan jumlah itu, daerah terluar, terdepan, dan tertinggal sedikit terhambat dalam mendapatkan akses pom bensin, terutama untuk solar, minyak tanah, dan premium. Penunjukan selama 5 tahun diharapkan memberikan kepastian kepada pengusaha dan membuat mereka berani berinvestasi di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Senada dengan Jonan, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menyebutkan jumlah pom bensin keseluruhan di Indonesia memang baru ada 7.000 buah. Untuk itu, Pertamina dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang ditunjuk sebagai penyalur BBM tertentu maupun khusus, diminta untuk menyalurkan ke titik terdekat dari sub penyalur di kawasan terluar, terdepan, dan tertinggal untuk menjaga pasokan di sana.

"Saat ini, sudah ada tujuh lembaga sub penyalur yang siap diresmikan tahun ini. Selain itu, sudah ada 106 wilayah yang tertarik untuk dijadikan sub penyalur," ungkapnya.

Tag : BBM
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top