Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tantangan Dunia Akuntan Menurut Wapres Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa kemajuan teknologi dan menjaga kejujuran atau trust adalah tantangan untuk profesi akuntan di Indonesia dewasa ini.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  18:21 WIB
Tantangan Dunia Akuntan Menurut Wapres Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - Bloomberg/Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG — Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa kemajuan teknologi dan menjaga kejujuran atau trust adalah tantangan untuk profesi akuntan di Indonesia dewasa ini.

Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), di Semarang, Kamis (14/12/2017).

Dengan kemajuan teknologi, dia mengatakan akuntan dimudahkan untuk membuat laporan keuangan dengan lebih cepat dan simpel. Sehingga, akuntan harus selalu sigap dengan segala kemajuan teknologi untuk semakin memudahkan kerja akuntan.

Di sisi lain, akuntan juga harus menjaga dan meningkatkan rasa saling percaya dengan masyarakat untuk memajukan bangsa.

Wapres mengharapkan peran akuntan tidak hanya untuk mencari kesalahan dalam suatu laporan keuangan, namun juga membantu perusahaan dan negara untuk menjalankan good governance.

"Karena tanpa akuntan yang baik kita tak bisa memiliki arah yang baik. Akuntan bukan hanya mencari kesalahan, tetapi juga menunjukkan jalan yang lurus" kata Wapres JK.

Dia melanjutkan, "Karena itulah tantangan pada dewasa ini dinamika kedepan sangat tergantung dengan sistem IT dan trust yang menjaga etika, menjaga profesi ini sehingga terus berjalan dengan baik."

Wapres JK mengakui bahwa jumlah akuntan saat ini memang masih terbatas dan masih dibutuhkan pendidikan akuntansi yang lebih masif.

Namun, dia mengharapkan akuntan tetap dapat berkontribusi memajukan bangsa dengan praktik yang transparan dan bertanggungjawab serta seluruh masyarakat dapat merasakaan manfaatnya.

"Bagaimana memberikan penilaian yang baik untuk kita semua.Jangan terulang untuk mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dengan segala cara, tapi mendapat WTP dengan lurus," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla akuntan
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top