Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin: Pengusaha Tak Perlu Wait & See Hadapi Tahun Politik

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau kalangan pengusaha tidak perlu wait and see dalam menghadapi tahun politik dengan adanya pilkada serentak 2018, serta pemilu presiden dan legislatif 2019.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 12 Desember 2017  |  17:19 WIB
Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kamrussamad (dari kiri), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dan Sekjen Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) Nurhadi melakukan pertemuan di Kantor Pusat Kadin, Jakarta, Kamis (23/11). - JIBI/Nurul Hidayat
Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kamrussamad (dari kiri), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dan Sekjen Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) Nurhadi melakukan pertemuan di Kantor Pusat Kadin, Jakarta, Kamis (23/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau kalangan pengusaha tidak perlu wait and see dalam menghadapi tahun politik dengan adanya pilkada serentak 2018, serta pemilu presiden dan legislatif 2019.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan Pilkada bukanlah sesuatu yang baru, sehingga pengusaha tidak perlu wait and see untuk memulai suatu usaha.

"Pilkada ini bukan sesuatu yang baru, aman-aman saja. Pengusaha sih saya tanya ke teman-teman business as usual saja lah [adanya Pilkada], nggak kuatir sama sekali jalan saja kok," kata Rosan di Grand Sahid Jaya, Selasa (12/12).

Dalam hal ini meskipun ada Pilkada serentak di 117 daerah pada 2018 mendatang, namun Rosan optimistis perekonomian Indonesia akan tetap baik. "Semuanya positif, harga komoditas naik, rating naik, orang mulai spending, kelihatannya pengusaha mulai mencari ekspansi lagi tahun-tahun ke depan," ungkapnya.

Senada, Ekonom Senior Indef Aviliani menuturkan perekonomian Indonesia akan tetap membaik meski pada 2018 merupakan tahun politik. Menurutnya dengan adanya Pilkada akan ada perputaran uang sehingga bisa mendorong konsumsi masyarakat.

"Enggak, saya sih yakinnya tahun depan dengan adanya pilkada 117 itu mau enggak mau perputaran uang akan terjadi, berarti konsumsi masyarakat akan naik," kata Aviliani.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rosan juga menyinggung perihal pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2017. Menurutnya ekonomi kuartal IV/2017 akan lebih baik dibanding periode sebelumnya lantaran harga komoditas yang mulai membaik.

"Kuartal IV/2017 mestinya akan lebih baik, karena memang pertama harga komoditas naik, itu membantu, kemudian orang sekarang sudah mulai agak spending lagi, kendaraan bermotor juga sudah mulai naik lagi."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin indonesia
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top