Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Sinkronisasi Usia Pensiun, DJSN Jaring Masukan

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk merumuskan opsi kebijakan batas usia pensiun.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 12 Desember 2017  |  16:35 WIB
Ketua DJSN Sigit Priohutomo - Istimewa
Ketua DJSN Sigit Priohutomo - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk merumuskan opsi kebijakan batas usia pensiun.

Hal itu dilakukan dalam workshop bertajuk 'Sinkronisasi Batas Usia Pensiun dalam Perspektif Regulasi dan Implementasi', Selasa (12/12/2017).

Sigit Priohutomo, Ketua DJSN, menjelaskan sesuai dengan amanah Undang-undang No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, pihaknya ingin menjalankan fungsi perumusan kebijakan umum dan sinkronisasi penyelenggaraan SJSN.

Dalam hal ini, jelasnya, jaminan pensiun yang merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dihadapkan pada sebuah kendala.

Problemnya, jelas dia, terkait dengan adanya perbedaan usia pensiun yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 45/2015 tentang Jaminan Pensiun, yang saat ini mencapai 56 tahun, dengan

ketentuan yang umumnya berlaku di perusahaan dan merupakan amanah UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Batas usia kerja yang pada umumnua diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama, yakni 55 tahun," ungkapnya.

Dengan begitu, jelas Sigit, pekerja tidak dapat menerima manfaat pensiun saat mengalami pemutusan hubungan kerja karena mencapai usia pensiun.

"Kondisi ini tidak sesuai dengan filosofi UU SJSN."

Menurutnya, UU SJSN mengamanahkan jaminan pensiun untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi pekerja pada saat kehilangan penghasilan karena memasuki usia pensiun.

Oleh karena itu, dia berharap upaya sinkronisasi ini dapat direalisasikan secepatnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dewan jaminan sosial nasional
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top