Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Andalkan Ekspor ke Jepang, BOSS Kesulitan Jual Batu Bara di Indonesia

Komisaris BOSS Johannes Halim mengatakan kebanyakan batu bara yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia menggunakan batu bara dengan kalori rendah hingga menengah. Alhasil, belum ada pembeli yang cocok hingga saat ini.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 07 Desember 2017  |  16:09 WIB
Andalkan Ekspor ke Jepang, BOSS Kesulitan Jual Batu Bara di Indonesia
Aktivitas di area pertambangan batu bara - JIBI/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) menyatakan masih sulit menemukan pembeli batu baranya di Indonesia karena terganjal spesifikasi yang tidak cocok untuk kebutuhan dalam negeri.

Adapun batu bara yang dihasilkan BOSS memiliki nilai kalori tinggi antara 5.100 kcal/kg--6.400 kcal/kg dengan kadar abu dan sulfur yang rendah.

Komisaris BOSS Johannes Halim mengatakan kebanyakan batu bara yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia menggunakan batu bara dengan kalori rendah hingga menengah. Alhasil, belum ada pembeli yang cocok hingga saat ini.

"Batu bara kita itu barangnya langka. Jadi, untuk PLTU di Indonesia memang menggunakan batu bara yang banyak tersedia di sini," ujarnya saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, Kamis (7/12/2017).

Alhasil, Jepang menjadi tujuan utama pemasaran batu bara BOSS hingga saat ini. Pasalnya, spesifikasi yang dibutuhkan negara tersebut sangat cocok dengan batu bara dari BOSS.

Selain itu, tambah Johannes, Jepang berani membeli dengan harga yang sangat baik dibandingkan dengan negara-negara lain.

Baca Juga : BOSS Siap IPO 2018

"Ketika tahu harga yang berani dibayar Jepang, banyak yang pada lari. Kami pernah kirim ke Boston, Amerika, kemudian ke Filipina dan Korea, tapi karakter batu bara kami yang bisa appreciate hanya Jepang," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara borneo
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top