Andalkan Ekspor ke Jepang, BOSS Kesulitan Jual Batu Bara di Indonesia

Komisaris BOSS Johannes Halim mengatakan kebanyakan batu bara yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia menggunakan batu bara dengan kalori rendah hingga menengah. Alhasil, belum ada pembeli yang cocok hingga saat ini.
Lucky Leonard | 07 Desember 2017 16:09 WIB
Aktivitas di area pertambangan batu bara - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) menyatakan masih sulit menemukan pembeli batu baranya di Indonesia karena terganjal spesifikasi yang tidak cocok untuk kebutuhan dalam negeri.

Adapun batu bara yang dihasilkan BOSS memiliki nilai kalori tinggi antara 5.100 kcal/kg--6.400 kcal/kg dengan kadar abu dan sulfur yang rendah.

Komisaris BOSS Johannes Halim mengatakan kebanyakan batu bara yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia menggunakan batu bara dengan kalori rendah hingga menengah. Alhasil, belum ada pembeli yang cocok hingga saat ini.

"Batu bara kita itu barangnya langka. Jadi, untuk PLTU di Indonesia memang menggunakan batu bara yang banyak tersedia di sini," ujarnya saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, Kamis (7/12/2017).

Alhasil, Jepang menjadi tujuan utama pemasaran batu bara BOSS hingga saat ini. Pasalnya, spesifikasi yang dibutuhkan negara tersebut sangat cocok dengan batu bara dari BOSS.

Selain itu, tambah Johannes, Jepang berani membeli dengan harga yang sangat baik dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Ketika tahu harga yang berani dibayar Jepang, banyak yang pada lari. Kami pernah kirim ke Boston, Amerika, kemudian ke Filipina dan Korea, tapi karakter batu bara kami yang bisa appreciate hanya Jepang," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, borneo

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top