Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BISNIS FESYEN: Peritel UKM Makin Penuhi Mal Lewat Bazar

Usaha kecil dan menengah dinilai makin gencar mengejar omzet penjualan dibidang fesyen dengan mengikuti sejumlah bazar yang digelar pusat perbelanjaan.
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 06 Desember 2017  |  09:25 WIB
BISNIS FESYEN: Peritel UKM Makin Penuhi Mal Lewat Bazar
Bazar di mal. - .Grow & Prosper Retail Consulting
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Usaha kecil dan menengah dinilai makin gencar mengejar omzet penjualan dibidang fesyen dengan mengikuti sejumlah bazar yang digelar pusat perbelanjaan.

Christian F. Guswai, Managing Consultant dari Grow & Prosper Retail Consulting mengemukakan peritel fesyen skala UKM yang tampil di bazar makin mendapat respons konsumen, menyusul kian piawainya mereka menata dan memilih produk yang dijual.

“Geliat pelaku usaha ritel UMKM ini sedikit banyak juga mengambil market share dari pelanggan yang dulunya belanja di peritel sekala besar seperti department store, baik kelas menengah maupun kelas bawah,” kata Guswai kepada Bisnis, Rabu (6/12/2017).

Dia mengemukakan pelaku bisnis skala UKM tumbuh dengan cepat menggarap sektor bisnis yang paling mudah dimasuki, yaitu usaha ritel.

Kesadaran pelaku usaha UKM, tambahnya, juga meningkat pesat. Mereka tidak lagi hanya tampil apa adanya seperti dulu. Pelaku UKM lebih memperhatikan aspek display untuk menampilkan produknya sehingga tampil menarik

Meskipun ukuran kios terbatas, tambahnya, pebisnis ritel UKM mampu mendandani lapak bazarnya sedemikian rupa sehingga tampil menarik , termasuk bagi konsumen dari kelas menengah.

“Kita bisa lihat hampir di semua mal para pelaku usaha UMKM menjajakan barang, baik hasil produksi sendiri maupun dari menjual kembali barang yang mereka peroleh dari berbagai sumber,” kata Guswai.

Guswai mengemukakan dengan berdagang di bazar yang ada di mal, biaya usaha peritel fesyen UKM relatif tidak mahal. Mengingat sistem bazar tidak membutuhkan modal besar.

“Mereka [UKM fesyen] bisa berpartisipasi secara on and off dan mereka bisa kombinasikan dengan bisnis online mereka,” kata Guswai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

department store
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top