LETUSAN GUNUNG AGUNG: Bandara Ngurah Rai Tutup, Bandara Lombok Dibuka

Kementerian Perhubungan mengumumkan perpanjangan penutupan Bandara I Gustu Ngurah Rai dan pembukaan Bandara Internasional Lombok Praya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 28 November 2017 14:28 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali - Bisnis.com/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, JAKARTA –- Kementerian Perhubungan mengumumkan perpanjangan penutupan Bandara I Gustu Ngurah Rai dan pembukaan Bandara Internasional Lombok Praya.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno mengatakan kondisi Bandara Ngurah Rai hingga pukul 04.00 WITA hari ini Selasa 28 November 2017, berdasar data paper test oleh penyelenggara bandara dan petugas Kantor Otoritas Bandara IV tidak didapatkan abu vulkanik di seputar bandara (NIL VA).

Namun demikian kata Pramintohadi, dari laporan data analisa dan prediksi arah dan kecepatan angin BMKG pukul 18.00-00.00 UTC (02.00-08.00 Wita) menunjukan bahwa arah angin dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 5-10 kts.

"Dengan kondisi tersebut dan hasil rapat koordinasi Kantor Otoritas Bandara bersama stakeholders terkait pada pukul 01.00 WITA 28 November 2017, kami memutuskan, memperpanjang penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai dari pukul 07.00 WITA tanggal 28 Nov 2017 hingga 07.00 WITA tanggal 29 Nov 2017," ujar Pramintohadi Sukarno melalui siaran pers, Selasa (28/11/2017).

Menurut Pramintohadi, perpanjangan penutupan Bandara Ngurah Rai sudah diumumkan melalui NOTAM Nomor: A4274/17 NOTAMR A4242/17.

Informasi SIGMET dari MWO Ujung Pandang menunjukan bahwa abu vulkanik bergerak ke arah selatan atau barat daya dan menutupi ruang udara diatas bandara I Gusti Ngurah Rai.

Sementara itu laporan dari Airnav Indonesia Cabang Denpasar menyatakan bahwa sesuai ploting area VA Advisory menunjukkan jalur pemanduan lalu lintas pesawat udara telah tertutup sebaran VA.

Sementara itu untuk update kondisi Bandara Internasional Lombok Praya hingga tanggal 28 November 2017, pukul 07.00 WITA berdasarkan data paper test yang disampaikan pihak penyelenggara bandara dan petugas Kantor Otoritas Bandara IV juga didapat hasil NIL VA. Berdasar VA Advisory AirNav Indonesia, Bandara Lombok Praya juga berada diluar plot peta paparan VA

"Dengan kondisi tersebut dan dari hasil rapat koordinasi Kantor Otoritas Bandara bersama stakeholders terkait pada 28 November 2017 pukul 04.00 WITA kami memutuskan membuka kembali Bandara Internasional Lombok Praya, dan bandara dapat beroperasi normal," kata Pramintohadi.

Informasi pembukaan operasi Bandara Lombok Praya, sudah disebarkan melalui NOTAM nomor B8926/17 NOTAMC B8909/17.

Pramintohadi mengingatkan para penyelenggara penerbangan baik itu maskapai maupun pengelola bandara, Airnav, BMKG dan lainnya untuk tetap bekerjasama dengan baik dan selalu mematuhi aturan yang berlaku.

Dia juga mengingatkan para penyelenggara penerbangan untuk selalu memperhatikan layanan kepada penumpang, baik yang berada di Bali dan Lombok maupun bandara lain yang berhubungan dengan penerbangan ke Bali dan Lombok.

"Layanan kepada penumpang tetap harus dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku. Dengan demikian penumpang akan merasa nyaman," lanjut Pramintohadi.

Sementara itu, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia mengumumkan Bandara Internasional Lombok Praya kembali beroperasi normal mulai hari Selasa, 28 November 2017 Pukul 05.58 WITA. Hal ini berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor B8926/17.

“Tadi malam Bandara Lombok sempat ditutup lagi karena ruang udara terdampak abu vulkanik. Tapi setelah pengamatan dan koordinasi yang dilakukan, diputuskan untuk Bandara Lombok kembali beroperasi normal mulai Selasa, 28 November 2017 Pukul 05.58 WITA,” ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono melalui siaran pers, Rabu (28/11/2017).

Dengan kembali dibukanya Bandara Lombok Praya, maka penerbangan dari dan ke Lombok sudah dapat dilayani. Meski demikian, lanjutnya, pihaknya tetap memonitor dengan ketat seluruh perkembangan yang terjadi terkait aktivitas Gunung Agung. Dia menyampaikan, AirNav terus malkukan koordinasi dengan BMKG dan PVMBG serta pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC). Selain itu juga dilakukan paper terst untuk memantau kondisi di lapangan.

“Kami membuka crisis center di Jakarta dan di Denpasar. Kami memonitor seluruh perkembangan 24 jam bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi karena kami akan menyampaikan seluruh perkembangan yang terjadi kepada publik,” paparnya.

Tag : gunung agung
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top