Gunung Agung Erupsi, Penutupan Bandara Ngurah Rai Bali Diperpanjang

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menutup kembali Bandara I Gusti Ngurah Rai sampai 24 jam ke depan terkait dengan hasil Rapat Kordinasi Erupsi Gunung Agung yang dilaksanakan oleh Komunitas Bandar Udara seperti Otoritas Bandara Wilayah IV, Airlines, Ground Handling, Airnav Indonesia serta BMKG dini hari ini pada pukul 00.00 WITA.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 28 November 2017 13:31 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali - Bisnis.com/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, JAKARTA –- PT Angkasa Pura I (Persero) menutup kembali Bandara I Gusti Ngurah Rai sampai 24 jam ke depan terkait dengan hasil Rapat Kordinasi Erupsi Gunung Agung yang dilaksanakan oleh Komunitas Bandar Udara seperti Otoritas Bandara Wilayah IV, Airlines, Ground Handling, Airnav Indonesia serta BMKG dini hari ini, pada pukul 00.00 WITA.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero), Israwadi mengatakan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan dilanjutkan untuk 24 jam ke depan atau hingga Pukul 07.00 WITA, 29 November 2017 berdasarkan NOTAM RA4274/17.

Israwadi menjelaskan keputusan tersebut berdasarkan hasil Meteorological watch office pada pukul 23.10 WITA telah menerbitkan berita meteorologi significant untuk penerbangan yang didasarkan dari informasi: pengamatan dari Volcanic Ash Advisory Centre Darwin, bahwa semburan Vulcanic Ash dari Gunung Agung telah mencapai pada ketinggian 30.000 kaki bergerak ke arah selatan-barat daya dengan kecepatan 5-10 knots dan masih mengarah ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Hal ini harus dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan meskipun hasil Paper Test yang dilakukan hingga pukul 00.00 WITA hasilnya NIL Vulcanic Ash di bandara," ujar Israwadi melalui siaran pers, Selasa pagi (28/11/2017).

Sebelumnya, Bandara Internasional Lombok Praya beroperasi setelah ditutup sementara akhirnya Bandara Internasional Lombok Praya kembali beroperasi normal setelah sempat ditutup sementara pada Senin, 27 November 2017 pukul 19.50 WITA.

Berdasarkan pemantauan BMKG, pergerakan Vulcanic Ash Gunung Agung mengarah dari arah timur ke arah barat daya dengan kecepatan 10-15 Knots di ketinggian 5.000-30.000 kaki dan tidak mengarah ke Bandara Internasional Lombok Praya.

"Berdasarkan rapat kordinasi serta pengamatan yang dilakukan oleh seluruh komunitas bandara disepakati Bandara Internasional Lombok untuk beroperasi kembali sejak pukul 06.00 WITA," kata Israwadi.

Selain itu maskapai Lion Group dan Silk Air telah menyatakan kesiapannya untuk kembali beroperasi pasca diterbitkannya NOTAM B8926/17.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top