Gunung Agung Erupsi : Dua Penerbangan di Bandara Manado Dibatalkan

Pasca ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (27/11) pukul 07.15 WITA sebagai imbas langsung letusan Gunung Agung Bali, sejumlah penerbangan baik menuju maupun dari bandara di Pulau Dewata tersebut mengalami gangguan.
Puput Ady Sukarno | 28 November 2017 01:48 WIB
Bandara Ngurah Rai Bali - Bisnis.com/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, MANADO - Pasca ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Senin (27/11) pukul 07.15 WITA sebagai imbas langsung letusan Gunung Agung Bali, sejumlah penerbangan baik menuju maupun dari bandara di Pulau Dewata tersebut mengalami gangguan.

Salah satu yang terdampak atas ditutupnya Bandara Ngurah Rai Bali tersebut adalah dibatalkannya dua jadwal penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado, baik dari Manado ke Denpasar maupun Denpasar ke Manado.

General Manager (GM) Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai mengatakan bahwa yang sudah konfirmasi untuk dibatalkan penerbangannya sebagai akibat ditutupnya Bandara Ngurah Rai ada dua penerbangan dari maupun menuju Manado.

"Yang sudah confirm cancel yakni maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA625 rute Manado - Denpasar pukul 07.55 dan juga sebaliknya dari Denpasar - Manado pukul 20.00 dengan GA624," ujarnya, Senin (27/11).

Dia menambahkan bahwa jumlah penumpang pada penerbangan maskapai Garuda Indonesia GA625 yang berasal dari Manado menuju Denpasar tersebut mencapai 110 penumpang.

Pihaknya mengatakan bahwa atas paristiwa tersebut, maskapai Garuda Indonesia memberikan pilihan kepada para penumpang untuk dapat melakukan refund ataupun reschedule.

"Para penumpang ada yang mengalihkan penerbangannya ke Surabaya dan Jakarta dan ada beberapa yang melakukan refund tiket di Kantor Garuda Indonesia," ujarnya.

Sementara, sampai kapan Bandara Ngurah Rai akan bisa dibuka normal kembali, pihaknya masih dalam posisi standby.

"Kami masih dalam posisi stand by. Berdampaknya baru hari ini Senin (27/11) sampai pukul 07.00 Wita esok hari. Akan tetapi itu tentatif, melihat kondisi cuaca, arah angin atau kondisi dari Gunung Agung itu sendiri," ujarnya Gandeguai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top