ERUPSI GUNUNG AGUNG: AP I Alihkan Penumpang Ke Moda Transportasi Darat

PT Angkasa Pura I (Persero), operator Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali melakukan pengalihan penumpang yang terdampak penutupan bandara akibat abu vulkanis Gunung Agung melalui transportasi darat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 27 November 2017 19:26 WIB
Petugas maskapai penerbangan memberi penjelasan kepada warga negara asing di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Senin (27/11). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA –- PT Angkasa Pura I (Persero), operator Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali melakukan pengalihan penumpang yang terdampak penutupan bandara akibat abu vulkanis Gunung Agung melalui transportasi darat.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan sebagian besar calon penumpang terdampak penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali difasilitasi pihak pengelola Bandara menggunakan moda transportasi darat untuk membantu mencapai tempat tujuan masing-masing.

Israwadi menjelaskan hingga pukul 16.00 WITA, terdapat total 545 penumpang yang sudah diberangkatkan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menuju Terminal Mengwi, Surabaya, Jakarta, dan Padang Bai.

“Kami berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti pihak maskapai dan Badan Pengelolaan Transportasi darat setempat, untuk menyiapkan moda transportasi darat sebagai alternatif moda bagi penumpang yang terdampak penutupan Bandara Bali,” ujar Israwadi melalui siaran pers, Senin (27/11/2017).

Sebanyak 545 penumpang meninggalkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan moda transportasi darat. Jumlah ini terbagi atas 284 penumpang menggunakan bus Damri dan bus pariwisata menuju Terminal Mengwi, 200 penumpang menggunakan bus langsung menuju Surabaya, 54 penumpang menggunakan bus langsung menuju Jakarta, dan 7 penumpang menggunakan Innova menuju Padang Bai.

Sementara itu, terdapat pengalihan pendaratan pesawat atau divert tujuan Denpasar ke Bandara Juanda Surabaya, yaitu 4 penerbangan internasional dan 1 penerbangan domestik. Adapun 4 penerbangan internasional dengan tujuan Bali yang mengalihkan pendaratan ke Bandara Juanda Surabaya adalah Garuda Indonesia GA 5150 rute Zhengzhou Xinzheng-Denpasar, Garuda Indonesia GA 897 rute Guangzou-Denpasar, Sriwijaya Air SJ1159 rute Guangzhou-Denpasar, dan Lion Air rute Zhengzhou Xinzheng-Denpasar. Adapun pesawat rute domestik yang melakukan divert yaitu Citilink CTV 856 rute Jakarta-Denpasar.

Selain itu, juga terdapat pembatalan tiga penerbangan rute Surabaya - Denpasar akibat debu vulkanik Gunung Agung yaitu Lion Air JT 804 dengan 207 penumpang, Nam Air 377 dengan 95 penumpang, dan Citilink CTV 642 dengan 146 penumpang.

Menurut hasil koordinasi dengan maskapai, para penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan dari Surabaya menuju Denpasar ini akan dikembalikan biaya tiketnya (refund tiket).

Sampai dengan pukul 16.00 WITA terdapat 37 pembatalan penerbangan dari dan menuju Bandara Lombok Praya, di mana 12 penerbangan akibat dampak penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai dan 25 pembatalan penerbangan merupakan permintaan pihak maskapai.

Adapun 12 penerbangan tersebut yaitu Garuda Indonesia sebanyak 6 penerbangan terdiri atas 3 kedatangan dan 3 keberangkatan. Ada pula Lion Air sebanyak 2 penerbangan terdiri atas 1 kedatangan dan 1 keberangkatan. Sementara Wings Air sebanyak 4 penerbangan yang terdiri atas 2 kedatangan dan 2 keberangkatan.

Sementara 25 pembatalan penerbangan berdasarkan permintaan maskapai terdiri dari Garuda Indonesia ada 13 penerbangan yang terdiri atas 6 kedatangan dan 7 keberangkatan. Berikutnya adalah maskapai Lion Air ada 2 penerbangan terdiri atas 2 keberangkatan.

Ada pula maskapai Air Asia dengan jumlah 4 penerbangan terdiri atas 2 kedatangan dan 2 keberangkatan. Sementara Citilink Indonesia ada 2 penerbangan terdiri atas 1 kedatangan dan 1 keberangkatan. Terakhir, Silk Air ada 4 penerbangan terdiri atas 2 kedatangan dan 2 keberangkatan.

“Kondisi bandara sudah berstatus normal operasi sejak pukul 06.00 WITA pagi tadi. Saat ini aktivitas di terminal masih terdapat beberapa penumpang di area check in dan beberapa petugas maskapai yang melakukan pengurusan rencana penerbangan akibat pembatalan penerbangan,” ujar Israwadi.

Israwadi menambahkan bahwa Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Lompok Praya terus memonitor dan membantu pengaturan penumpang di terminal bandara. Guna mengantisipasi kemungkinan pengalihan pendaratan pesawat ke Bandara Internasional Lombok Praya akibat penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Lombok Praya telah mengoptimalkan kapasitas parking stand yaitu pukul 15.00 – 16.00 WITA untuk 4 Type B737 900 dan 2 ATR 72. Sedangkan pukul 16.00 – 18.00 WITA tersedia parking stand untuk 4 Type B737 900 dan 3 ATR 72.

Tag : gunung agung
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top