Vokasi Sediakan Jalan untuk Regenerasi Tenaga Las

Vokasi dapat menjadi cara untuk mendorong regenarasi tenaga ahli pengelasan.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 27 November 2017 20:59 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Vokasi dapat menjadi cara untuk mendorong regenarasi tenaga ahli pengelasan.

Manara Lodewijk Hutapea, Presiden Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI), mengatakan dampak dari regenerasi ini dapat memangkas biaya yang dikeluarkan perusahaan yang membutuhkan pekerja pengelasan dari tenaga asing. Selain itu, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan peningkatan taraf hidup pekerja lokal.

"Kita harus mulai fokus untuk menciptakan tenaga ahli pengelasan melalui berbagai pelatihan. Ketersediaan SDM bisa bersinergi dengan Kementerian Perindustrian [Kemenperin] dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.

Melalui program vokasi Kemenperin dapat dihasilkan berbagai calon ahli di sektor pengelasan. Lulusan dari vokasi juga perlu mendapatkan pelatihan seperti di Balai Latihan Kerja (BLK) atau asosiasi profesi untuk meningkatkan keahlian.

"Kemenperin memang benar menciptakan tenaga kerja yang terhubung dengan industri, tetapi sertifikasi tenaga ahli harus didapatkan dari BLK atau asosiasi profesi agar terjamin skill mereka," ungkapnya.

Pemerintah perlu menambah jumlah BLK dan tenaga pengajar dari asosiasi profesi agar bergabung dengan BLK. Selain itu pemerintah juga dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk meningkatkan jumlah tenaga ahli pengelasan.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyampaikan Kemenperin sedang berupaya menghasilkan tenaga kerja sebanyak 1.142.752 orang hingga 2019 melalui program vokasi. Upaya ini ditempuh melalui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

Airlangga mengatakan peningkatan skill SDM merupakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk membangun infrastruktur negara. “Pembangunan SDM ini bertujuan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja industri yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Airlangga dalam siaran pers pekan lalu.

Dia menyebutkan rencananya pada 2017 program vokasi dapat menghasilkan sebanyak 201.055 tenaga bersertifikasi, sedangkan pada 2018 dapat mencetak sejumlah 458.109 orang. Adapun, pada 2019 ditargetkan dapat mencapai 483.409 lulusan, sehingga total keseluruhan menjadi 1.142.752 tenaga kerja yang tersertifikasi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top