Pabrikan Sepatu Berharap Kucuran Insentif Pajak

Ekspor alas kaki nasional berpeluang tumbuh lebih tinggi dari performa saat ini apabila pemerintah juga mendorong industri pendukung alas kaki
Annisa Sulistyo Rini | 15 November 2017 18:19 WIB
Pekerja menyelesaikan produksi sepatu untuk ekspor. - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA—Ekspor alas kaki nasional berpeluang tumbuh lebih tinggi dari performa saat ini apabila pemerintah juga mendorong industri pendukung alas kaki

Sekretaris Jenderal Asosiasi Persepatuan Indonesia Binsar Marpaung mengatakan saat ini, sekitar 65% hingga 70% bahan baku alas kaki masih diimpor.

Dia berharap pemerintah memberikan insentif kepada industri pendukung alas kaki, seperti insentif pajak. Menurutnya, investor akan tertarik menanamkan modal di industri tersebut dengan adanya insentif.

“Harusnya pertumbuhan ekspor alas kaki bisa lebih tinggi setelah China sebagai produsen terbesar mulai bergeser di beberapa negara, seperti Indonesia dan Vietnam,” katanya, kepada Bisnis.com, Rabu (15/11/2017).

Binsar menilai industri alas kaki dalam negeri saat ini kalah dari Vietnam karena masalah ketergantungan bahan baku impor yang tinggi. Indonesia misalnya masih memerlukan impor produk jadi karet untuk sol dan kulit. Adapun Vietnam telah mampu memproduksi bahan baku alas kaki.

Terkait dengan kenaikan impor bahan baku, Binsar memperkirakan para produsen mempersiapkan bahan baku untuk memenuhi permintaan di akhir tahun. Proses produksi alas kaki memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan. "Produsen harus mempersiapkan bahan baku beberapa bulan sebelum barang dikirim,” katanya.

Pada akhir tahun nanti, Binsar memperkirakan industri alas kaki dapat tumbuh di kisaran 7% secara tahunan.

Tag : alas kaki
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top