Ekspor Alas Kaki Naik 20,27%

Kenaikan impor bahan baku yang tumbuh 25,75% year-on-year pada Oktober 2017, juga dibarengi dengan ekspor industri pengolahan sebesar 12,54% y-o-y menjadi US$10,88 miliar. Alas kaki menjadi produk industri manufaktur dengan pertumbuhan paling besar, yaitu 20,27% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Annisa Sulistyo Rini | 15 November 2017 17:59 WIB
Pengunjung memilih sepatu di pameran produk kulit - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Kenaikan impor bahan baku yang tumbuh 25,75% year-on-year pada Oktober 2017, juga dibarengi dengan ekspor industri pengolahan sebesar 12,54% y-o-y menjadi US$10,88 miliar. Alas kaki menjadi produk industri manufaktur dengan pertumbuhan paling besar, yaitu 20,27% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Direktur Statistik Distribusi BPS Anggoro Dwitjahyono menuturkan produk alas kaki dalam negeri banyak diekspor ke Amerika Serikat dan China. Negeri Paman Sam menjadi negara pengimpor alas kaki terbesar dengan nilai US$109,84 juta disusul oleh Negeri Tirai Bambu dengan nilai impor US$50,30 juta.

“Ekspor alas kaki Indonesia masih bagus. Kekhawatiran terhadap kebijakan Presiden Donald Trump tidak terbukti dengan masih besarnya ekspor alas kaki ke sana,” katanya.

Sepanjang periode Januari—Oktober 2017 nilai ekspor nonmigas tercatat senilai US$125,58 miliar, tumbuh 17,26% secara tahunan dari US$107,09 miliar. Ekspor industri pengolahan meningkat 14,32% y-o-y menjadi US$103,13 miliar, sedangkan ekspor pertanian tumbuh 14,55% y-o-y menjadi US$3,08 miliar dan ekspor pertambangan dan lainnya tumbuh 36,42% y-o-y menjadi US$19,37 miliar.

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan pada Januari hingga Oktober 2017, kontribusi ekspor nonmigas produk industri pengolahan sebesar 74,48%, ekspor produk pertanian sebesar 2,23%, 

Tag : ekspor
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top