Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Elektronik Stagnan, Sharp Tunda Investasi

Sharp menunda investasi di dalam negeri melihat belum ada tanda-tanda perbaikan penjualan elektronik.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 12 November 2017  |  21:25 WIB
Model berdiri di jajaran produk mesin cuci yang baru diluncurkan Sharp ke pasar Indonesia - Istimewa
Model berdiri di jajaran produk mesin cuci yang baru diluncurkan Sharp ke pasar Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Sharp menunda investasi di dalam negeri melihat belum ada tanda-tanda perbaikan penjualan elektronik.

"Tidak ada proteksi terhadap perusahaan yang berinvestasi di dalam negeri," kata Andry Adi Utomo, General Manager Penjualan dan Pemasaran PT Sharp Electronics Indonesia, kepada Bisnis.com, pekan lalu.

Andry mengatakan penjualan pada 9 bulan pertama tahun ini juga masih stagnan. Penjualan turun 2% pada Januari hingga September 2017 dibandingkan dengan ‎periode sama tahun lalu.‎

Adapun penjualan pada kuartal ketiga 2017 dinilai tidak lebih baik dibandingkan dengan triwulan kedua tahun ini. Sharp mencatat penurunan ‎penjualan pada kuartal III/2017 mencapai 5% hingga 8% dibandingkan dengan triwulan kedua tahun ini. 

"Pada kuartal kedua penjualan lebih baik karena keberadaan momen Lebaran," ujarnya.

Strategi yang diambil untuk tetap menarik hati konsumen adalah inovasi. Sharp berencana memperkenalkan produk baru seperti televisi LED berbagai ukuran dengan harga yang diklaim kompetitif. ‎

Sebelumnya, ‎Ali Soebroto, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), menjelaskan jika penjualan barang elektronik akan lebih baik pada semester II/2017 dibandingkan dengan 6 bulan pertama tahun ini. Permintaan diperkirakan bakal terkerek oleh pertumbuhan di sektor properti hunian dan gedung perusahaan. Kendati demikian pertumbuhan hanya akan dinikmati oleh manufaktur besar. ‎Pasar pada tahun ini diperkirakan tidak berbeda jauh dibandingkan dengan tahun lalu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sharp
Editor : Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top