Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mangga Bisa Tahan Busuk Hingga Empat Pekan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melakukan rekayasa teknologi coating buah mangga untuk memperpanjang masa kesegaran. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari buah mangga
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 08 November 2017  |  10:41 WIB
Mangga Bisa Tahan Busuk Hingga Empat Pekan
Pekerja memilih buah mangga di desa Kebulen, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Selsa (11/7). - ANTARA/Dedhez Anggara

Bisnis.com, SITUBONDO –Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melakukan rekayasa teknologi coating buah mangga untuk memperpanjang masa kesegaran. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari buah mangga

Produksi mangga Indonesia saat ini sudah menduduki nomor empat di dunia setelah India, China dan Thailand. Data 2015 menunjukkan bahwa mangga Indonesia jumlah produksinya mencapai 2,4 juta ton, setara dengan 5% dari produksi dunia.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto mengatakan dengan rekayasa coating buah ini, petani tetap bisa memenuhi ketika permintaan ekspor mangga meningkat meski belum waktunya musim mangga.

"Teknologi ini telah berhasil diterapkan pada tanaman mangga. Bisa tahan dan aman dikonsumsi hingga empat minggu," katanya seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (7/11/2017).

Saat ini ekspor mangga masih sering terkendala kontinuitas produksi. Apalagi buah mangga termasuk golongan buah klimaterik yang memiliki masa kesegaran buah yang pendek setelah dipanen.

Potensi penerapan teknologi coating ini masih sangat besar, asal ada komitmen untuk diaplikasikan secara massal pada buah lainnya, yang menjadi komoditi ekspor, maupun konsumsi lokal. Butuh kerja sama dan sinergi semua pihak.

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Eniya L. Dewi juga menguraikan bahwa mangga merupakan salah satu jenis buah populer yang memiliki nilai komersial tinggi baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor

Bahkan, tingkat pertumbuhan konsumsi mencapai sekitar 11% per tahun. Pulau Jawa imbuhnya, merupakan pemasok utama, dimana propinsi Jawa Timur memberi kontribusi 34% dengan varietas komersial seperti Arum Manis dan Gedong Gincu.

Nilai ekspor mangga Indonesia kini baru sebesar US$2,2 juta atau hanya sekitar 0,1% nilai ekspor dunia senilai US$2,1 milyar.

"Hal ini dikarenakan kurang baiknya penanganan pasca panen mangga mulai dari penentuan waktu panen hingga pengangkutan atau distribusi yang mengakibatkan tingginya kerugian akibat kerusakan pada buah tersebut," terangnya usai panen mangga.

Di tempat yang sama, Direktur PT Trigatra Rajasa, Sudarsono, menuturkan bahwa pihaknya bangga dapat menjadi mitra industri BPPT. Penerapan teknologi coating buah mangga ini dapat mendukung peningkatan kinerja perusahaan.

"Dengan teknik coating ini kami berupaya untuk dapat mengendalikan jatuhnya harga mangga di saat masa puncak, serta membantu mengatasi kendala teknologi dalam rangka memperluas pasar mangga baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Dalam perjalanannya, BPPT telah melakukan verifikasi lapangan hasil uji di laboratorium, meliputi pengaruh perlakuan pre-cooling, desinfestasi, penyimpanan dingin, dan coating terhadap penampakan fisik (penampakan, kekerasan, susut bobot).

Selain itu juga dilakukan uji fisiologi (laju respirasi dan transpirasi, tingkat kemanisan). Hasilnya, buah mangga dapat bertahan hingga 4 minggu dibandingkan dengan kontrol tanpa perlakuan yang hanya bertahan 7 hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Buah Mangga
Editor : Mia Chitra Dinisari

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top