Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Keluhan Para Supir Truk di Sejumlah Gerbang Tol

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mendukung pemberlakuan program pembayaran nontunai di jalan tol dengan menggunakan e-toll card.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 01 November 2017  |  18:53 WIB
Pengendara melakukan transaksi pembayaran tol non-tunai di gerbang tol Pejompongan, Jakarta, Selasa (12/9). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Pengendara melakukan transaksi pembayaran tol non-tunai di gerbang tol Pejompongan, Jakarta, Selasa (12/9). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mendukung pemberlakuan program pembayaran nontunai di jalan tol dengan menggunakan e-toll card.

Ketua Bidang Angkutan Distribusi & Logistik DPD Aptrindo Jawa Tengah Dedy Untoro Harly mengatakan, meskipun baru 2 hari resmi diberlakukan, tetapi sopir-sopir truk anggota Aptrindo sudah fasih menggunakan e-toll card.

"Karena sejak beberapa waktu lalu kami sudah gencar melakukan sosialisasi terhadap sopir-sopir truk terkait apa itu e-toll card dan bagaimana fungsinya, " katanya melalui siaran pers, Rabu (1/11).

Namun, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan laporan sopir, ada beberapa kelemahan yang perlu dibenahi. Pertama adalah fungsi kartu yang seperti pengganti uang sehingga jika hilang maka saldonya tak bisa dialihkan.

"Padahal kebanyakan sopir truk jarang yang bisa tertib dan rapi menyimpan kartu seperti itu, " imbuhnya.

Kedua, e-toll card sering kali gagal digunakan dengan sekali sentuhan dan sopir harus melakukannya berulang kali atau kadang harus membunyikan klakson terlebih dulu baru portalnya bisa terbuka. Tak jarang pula saldo terpotong dua kali padahal baru sekali melintas di gerbang tol.

Ketiga, pernah ada kasus e-toll card yang tidak dapat difungsikan di gerbang tol tertentu, tetapi bisa kembali berfungsi ketika digunakan di gerbang tol yang lain.

Menurutnya, hal ini mungkin terjadi lantaran mesin pembaca kartu yang digunakan berasal dari banyak merek dengan tingkat sensitifitas yang berbeda-beda.

"Padahal sopir sudah terlanjur membeli e-toll card yang baru lagi. Akibatnya seorang sopir bisa memiliki beberapa kartu yang sering membingungkan dirinya, " ungkap Dedy.

Beberapa sopir juga melaporkan adanya kesalahan golongan. Misalnya kendaraan yang seharusnya masuk ke golongan 1, ternyata terdeteksi sebagai golongan 3. Atau kendaraan yang seharusnya masuk ke golongan 4, terdeteksi sebagai golongan 2.

Keterbatasan pengisian saldo yang hanya bisa dilakukan di mini market dan bank yang kadang keberadaannya jauh dari pool juga menjadi kendala lain.

Oleh karena itu dia menghimbau agar bank-bank penerbit e-toll card mau menyambut bola dengan mendatangi pool-pool besar truk dan menginstal alat pengisi saldo bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan truk anggota APTRINDO dengan discount khusus seperti yang berlaku pada mini market yang menjadi partnernya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerakan non tunai
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top