Bagaimana Nasib Karyawan Operator Jalan Tol Pascapemberlakuan Nontunai?

Mulai 31 Oktober mendatang, seluruh operator jalan tol tidak lagi menerima pembayaran tunai di gerbang tol. Lantas bagaimana nasib para pekerja yang selama ini menjaga gardu tol?
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 15 Oktober 2017  |  15:16 WIB
Bagaimana Nasib Karyawan Operator Jalan Tol Pascapemberlakuan Nontunai?
Transaksi tol non tunai - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah operator jalan tol berkomitmen untuk tidak memberlakukan kebijakan pemutusan hubungan kerja atau PHK sehubungan dengan program elektronifikasi jalan tol 100% mulai 31 Oktober mendatang.

Vice President Operation Management PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Raddy R. Lukman menyatakan bahwa pegawai yang terkena dampak akan dipindahkan ke bagian operasional lain seperti petugas layanan lalu lintas dan petugas informasi. Selain itu, mereka juga diberdayakan untuk menggantikan karyawan yang telah memasuki masa pensiun.

"Mereka akan mengisi porsi pegawai yang pensiun alami di mana jumlahnya cukup banyak. Untuk tahap pertama ini ada sekitar 577 orang yang akan mulai dialihfungsikan," ujarnya dalam konferensi pers Diskon Kartu Perdana Uang Elektronik, Minggu (15/10/2017).

Raddy menjelaskan bahwa terdapat sekitar 4.000 orang pegawai perseroan yang tersebar di cabang anak usaha. Dari jumlah tersebut, pegawai yang diperkirakan terkena dampak elektronifikasi jalan tol sekitar 1.350 orang.

Dari seluruh jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga, penetrasi transaksi nontunai tertinggi berada di jalan tol Ir. Sedyatmo atau jalan tol Bandara  Soekarno-Hatta sebesar 98%, disusul jalan tol Jagorawi 92%, dan Jakarta—Tangerang 89%.

Sementrara itu, Kepala Departemen Komunikasi PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) Sholahuddin juga menyatakan bahwa perseroan tetap mempertahankan pekerja gardu tol dan tidak akan melakukan PHK. Pasalnya, pihak masih memerlukan petugas di gardu tol untuk melakukan pengawasan.

"Meskipun elektronifikasi bukan berarti tidak ada orang, kami tetap butuh petugas untuk pengawasan. Sisanya bisa alih fungsi operasional untuk patroli dan lain-lain," ujarnya.

Sholahuddin menjelaskan bahwa CMNP memiliki 19 gerbang tol dengan 10 gerbang di antaranya telah menerapkan sistem elektronifikasi, sedangkan 9 gardu lainnya masih menerima tunai.

Pihaknya pun terus melakukan penyesuaian teknologi untuk menerapkan program elektronifikasi.

Legal & Corporate Service PT Lintas Marga Sedaya Justinus Wishnu Dewanto mengatakan bahwa pihaknya tetap akan mempertahakan karyawan gardu tol dan tidak akan melakukan PHK.

Pasalnya, dalam program elektronifikasi di jalan tol Cikopo—Palimanan (Cipali),  pihaknya tidak memberlakukan sistem gerbang tol otomatis.

"Di Cipali tidak ada GTO, adanya GSO [gerbang semi otomatis]. Jadi, karyawan tetap akan di dalam, melakuan klasifikasi golongan kendaraan," ujarnya.

Menurutnya, secara teknis seluruh gerbang tol di Cipali telah dapat melayani transaksi nontunai. Pihaknya pun berencana untuk mendistribusikan sebanyak 12.000 kartu elektronik dengan diskon kartu di sekitar tol pada periode 16—31 Oktober 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, jasa marga, citra marga nusaphala persada, pt lintas marga sedaya, Transaksi Nontunai

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top