Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

JK Tagih Inti Plasma Perkebunan Sawit Swasta

Wakil Presiden Jusuf Kalla menagih komitmen swasta untuk menggalakkan program kemitraan inti plasma kelapa sawit secara massif dengan perkebunan rakyat.

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menagih komitmen swasta untuk menggalakkan program kemitraan inti plasma kelapa sawit secara massif dengan perkebunan rakyat.

Dalam rapat internal bersama sejumlah menteri dan direksi perusahaan swasta, Kepala Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Mohamad Oemar mengatakan Wapres menginginkan konsep pemerataan dalam sistem inti plasma dapat dilaksanakan lebih rill dari pelaksanaan saat ini.

“Didorong lagi inti-plasma yang lebih rill. Perusahaan swasta besar mengangkat plasma-plasma ini dengan memberikan bibit, teknologi, penyluhan, pupuk sampai nanti dia off taker hasilnya,” kata Oemar, di Kantor Wakil Presiden, Selasa (5/9/2017).

Dua fokus yang diminta Wapres untuk dilakukan dalam industri kelapa sawit adalah peningkatan produktivitas perkebunan rakyat yang saat ini masih rendah dan kesejahteraan petani rakyat.

“Saat ini ekspornya naik, industrinya naik  tapi gap produktivitasnya masih tinggi antara industri swasta dengan plasma rakyat. Jadi bagaimana caranya agar dua-duanya bisa naik dan tetap ada benefitnya,” jelasnya.

Dalam kaitannya untuk pemerataan petani kelapa sawit, Wapres JK juga mendorong insiatif untuk mengintegrasikan pola kemitraan inti plasma dengan kehutanan sosial serta memudahkan akses pembiayaan ke perbankan dengan sertifikasi tanah petani.

Pola kemitraan plasma merupakan amanat dari UU No. 18/2004 tentang Perkebunan. Pada 2007, perusahaan perkebunan inti diwajibkan membangun plasma dengan menyisihkan 20% luas areal kerja.

Sejak berlakunya Permentan No. 98/2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, plasma masyarakat dapat dibangun dari lahan di luar konsesi yang luasnya setara dengan 20% perkebunan inti.

Berdasarkan beberapa laporan menteri dalam rapat tersebut, Oemar mengatakan pada pelaksanaanya pola kemitraan belum berjalan efisien. Misalnya, plasma diberikan benih untuk ditanam di lahan di daerah ketinggian yang menyusahkan petani.

Meski demikian, Oemar mengatakan sebanyak 26 perusahaan telah berkomitmen untuk mendorong program ini sesuai dengan arahan Wapres JK.

“Mereka tadi sanggup perusahaan-perusahaan besar itu. Karena nanti akan diambil juga bagus untuk tidaknya hasil petani rakyatnya, itu akan menentukan untung rugi perusahaan besar,” jelasnya.

Hari ini Wapres menggelar rapat internal mengenai perkembangan program inti-plasma perkebunan kelapa sawit bersama Menteri Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan beberapa direksi perusahaan swasta kelapa sawit.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Irene Agustine
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper