Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KTT BRICS: Xi Jinping Tegaskan Tolak Proteksionisme

Risiko penurunan dan ketidakpastian bagi ekonomi global saat ini meningkat. China pun berkomitmen untuk mendorong kekuatan pasar negara berkembang di panggung dunia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 September 2017  |  12:57 WIB
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam perayaan 20 tahun Hongkong diserahan ke China oleh Inggris - Reuters
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping dalam perayaan 20 tahun Hongkong diserahan ke China oleh Inggris - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Risiko penurunan dan ketidakpastian bagi ekonomi global saat ini meningkat. China pun berkomitmen untuk mendorong kekuatan pasar negara berkembang di panggung dunia.

“Kondisi eksternal untuk negara-negara berkembang terlihat rumit dan suram,” kata Presiden China Xi Jinping dalam pidatonya di depan peserta KTT BRICS di Xiamen, China, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (5/9/2017).

Xi Jinping juga menegaskan bahwa China menentang proteksionisme dan secara tegas mendukung sistem perdagangan multilateral.

“Kebijakan ‘beggar-thy-neighbor’ dan pola pikir ‘zero-sum game’ tidak menguntungkan pertumbuhan ekonomi global,” lanjut Xi sambil menggemakan tema yang disuarakannya tahun ini, termasuk pada World Economic Forum di Davos.

Mengutip laman investopedia, kebijakan ‘beggar-thy-neighbor’ adalah kebijakan perdagangan internasional yang memanfaatkan devaluasi mata uang dan penghalang pelindung untuk mengurangi kesulitan ekonomi suatu negara dengan mengorbankan negara-negara lain.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Jinping bertemu dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, yang juga menghadiri KTT tersebut. Keduanya berkomitmen untuk mempertahankan perdagangan bebas.

Baca Juga : Korut Siap Perang

“China akan mengalokasikan US$500 juta untuk mengurangi kasus kelaparan dan kemiskinan di negara berkembang lainnya serta menyerukan negara maju untuk meningkatkan dukungan bagi negara-negara berkembang,” lanjutnya.

Di saat China berbicara menentang proteksionisme, Amerika Serikat (AS) telah mengkritik akses market dan praktik perdagangan China. Pihak Gedung Putih baru-baru ini meningkatkan tekanan terhadap China seputar dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Dalam pertemuan yang digelar pada 3-5 September 2017, BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, membawa isu terkait penentangan aksi proteksi perdagangan sebagai bahasan utama.

Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen mengatakan, hampir seluruh anggota kelompok negara berkembang tersebut berharap dapat menciptakan konsensus untuk menentang praktik proteksi perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proteksionisme xi jinping
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top