Incar Sumatra, Coca-Cola Amatil Tambah Kapasitas Produksi

Coca-Cola Amatil Indonesia menambah kapasitas produksi sebanyak 150 juta botol per tahun di pabrik Medan, Sumatra Utara. Pembangunan lini produksi tersebut menelan nilai investasi sebesar US$20 juta guna memenuhi permintaan minuman ringan di Pulau Sumatra.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 30 Agustus 2017 18:32 WIB
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto (kedelapan kiri) beserta jajarannya berfoto bersama dengan Direksi dan Manajemen Coca-Cola Amatil Indonesia seusai meninjau pabrik baru Coca-Cola Amatil Indonesia di Medan. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Coca-Cola Amatil Indonesia menambah kapasitas produksi sebanyak 150 juta botol per tahun di pabrik Medan, Sumatra Utara. Pembangunan lini produksi tersebut menelan nilai investasi sebesar US$20 juta guna memenuhi permintaan minuman ringan di Pulau Sumatra.

Gigy Philip, Direktur Supply Chain Coca-Cola Amatil Indonesia, mengatakan pabrik ini menempati lahan seluas 5 hektare. Dengan jumlah kapasitas produksi tersebut, produsen minuman ringan ini dapat mendistribusikan produk ke seluruh wilayah Sumatra seperti Aceh, Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Jambi.

Pabrik di Medan ini menyerap tenaga kerja sekitar 160 orang, sebanyak 46 karyawan telah menerima sertifikasi dari Coca-Cola Amatil Indonesia untuk program Supply Chain Technical Academy. “Kami telah memiliki delapan akademi pelatihan di tujuh departemen dengan total pelaksanaan 35.000 pelatihan harian setiap tahun,” ujar Philip dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (30/8/2017).

Sebelumnya, Coca-Cola Amatil Indonesia telah meresmikan pengoperasian fasilitas produksi dan pusat distribusi perusahaan di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur pada Maret 2017. Nilai investasi untuk pabrik di Pandaan itu mencapai US$42 juta.

“Upaya ini merupakan salah satu tahapan dari komitmen investasi kami yang diharapkan menjadi pemacu perkembangan industri makanan dan minuman nasional,” katanya.

Coca-Cola terus berkomitmen untuk meningkatkan investasi hingga US$300 juta  hingga 2020.“Sebagai perusahaan PMA, kami telah berinvestasi di Indonesia mencapai US$445 juta pada tahun 2012—2017 dengan jumlah karyawan sebanyak 11.000 orang,” imbuhnya.

Coca-Cola Amatil Indonesia mulai beroperasi di Indonesia pada 1992. Kini perusahaan telah memiliki 39 lini produksi di delapan pabrik dengan mempekerjakan sebanyak 10.000 karyawan dan melayani lebih dari 500.000 pelanggan ritel di wilayah perkotaan dan perdesaan. Sebanyak 120.000 di antaranya tersebar di wilayah Sumatra.

 

Tag : coca cola
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top