Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belanja Sarana Prasarana Produksi Pertanian Diperbesar

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Momon Rusmono menegaskan komitmen Kementerian Pertanian mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 27 Agustus 2017  |  00:09 WIB
Petani membajak tanah menggunakan traktor di area persawahan Desa Putoh Sa, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Kamis (13/4). - Antara/Syifa Yulinnas
Petani membajak tanah menggunakan traktor di area persawahan Desa Putoh Sa, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Kamis (13/4). - Antara/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Momon Rusmono menegaskan komitmen Kementerian Pertanian mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Diantaranya, dengan memperbesar porsi anggaran untuk belanja sarana prasarana produksi pertanian.

"Kami menjalankan kebijakan pro petani dengan refocusing anggaran, yaitu dengan memperbesar porsi anggaran untuk belanja sarana dan prasarana produksi," tuturnya dalam diskusi terbuka perberasan tingkat nasional yang diselenggarakan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) di Solo, seperti dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (25/8).

Pemanfaatan anggaran untuk perbaikan infrastruktur pertanian maupun pengadaan sarana pertanian diperuntukkan bagi petani, menjadi langkah untuk mencapai swasembada beras.

Melalui peningkatan sarana pertanian diyakini dapat meningkatkan produktivitas beras.

Diketahui, Kementerian Pertanian mengusulkan penambahan bantuan mekanisasi pertanian menjadi 100.000 unit dalam RAPBN 2018, guna menekan ongkos produksi petani. Usulan ini naik dari bantuan mekanisasi pertanian pada 2017 sebesar 80.000 unit.

"Pemerintah menegaskan komitmennya pada sistem perberasan yang berkeadilan dari hulu hingga hilir. Di tingkat hulu, Kementerian Pertanian berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito mengungkapkan pemberlakuan harga eceran tertinggi untuk komoditas beras adalah upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem perberasan yang berkeadilan bagi semua pihak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian kementan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top