Cara KBRI Selandia Baru Dongkrak Ekspor Produk Indonesia

Duta Besar Indonesia Untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga Tantowi Yahya mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dengan Selandia Baru melalui ekspor produk bernilai tinggi.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 15 Agustus 2017  |  21:46 WIB
Cara KBRI Selandia Baru Dongkrak Ekspor Produk Indonesia
Dubes Tantowi Yahya saat berbincang dengan Ketua Parlemen Selandia Baru David Carter. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Indonesia Untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga Tantowi Yahya mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dengan Selandia Baru melalui ekspor produk bernilai tinggi.

Tantowi berharap pada 2024 nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Selandia Baru akan mencapai US$ 3 miliar per tahunnya. Target nilai perdagangan ini telah menjadi komitmen bersama kedua pemimpin negara.

Menurutnya, untuk merealisasikan target tersebut, kedua negara perlu segera merumuskan langkah-langkah yang terencana untuk mengoptimalkan peluang yang ada, mengingat sebagian besar produk ekspor kedua negara tidak saling bersaing.

Adapun, selama 5 tahun terakhir ini total nilai perdagangan kedua negara rata-rata sebesar US$1,2 miliar per tahun. Selandia Baru selama ini menjadi pemasok utama produk susu dan daging bagi Indonesia. Ekspor Indonesia ke Selandia Baru antara lain produk pakan ternak, produk kayu, ban karet, kertas tisu, produk tekstil dan sepatu.

"Salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan nilai ekspor adalah dengan lebih mendorong ekspor produk-produk bernilai tinggi. Hal ini yang sedang diupayakan dengan melakukan penjajakan peluang ekspor termasuk kendaraan beroda empat, peralatan mesin pertanian, bahan bangunan, pupuk serta furnitur," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (15/8/2017).

Hal tersebut disampaikan Tantowi setelah bertemu Menteri Perdagangan Selandia Baru, Hon Todd McClay.

Selain itu, Tantowi juga bertemu dengan Menteri Industri Primer yang membawahi pertanian, perikanan, perternakan, kehutanan dan makanan olahan, Nathan Guy, yang kementeriannya juga memiliki peran penting dalam kebijakan akses pasar Selandia Baru.

Dia mengklaim inisiatif dan kerja sama perdagangan antara kedua negara mulai memperlihatkan hasilnya. Produk unggulan Indonesia lain yang juga didorong ekspornya ke Selandia Baru adalah produk buah-buahan tropis.

Belum lama ini, Selandia Baru telah mengeluarkan ketentuan impor buah salak yang akan membuka akses bagi ekspor buah salak Indonesia.

Tantowi optimistis dengan masuknya buah manggis ke pasar Selandia Baru dapat diikuti dengan buah salak dan buah mangga agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Selandia Baru juga karena memiliki rasa yang enak dan keunikan buahnya.

Keamanan atas hama dan organisme lainnya yang dapat merusak pertanian setempat merupakan hal yang tidak bisa ditawar mengingat pertanian merupakan mata pencaharian utama negeri Selandia Baru.

Oleh karena itu Menteri Nathan Guy menekankan pentingnya produk yang masuk memenuhi standar biosecurity yang berlaku. Untuk buah mangga dan salak Indonesia pihaknya akan segera memproses penyusunan standard kesehatan impornya (IHS).

Tantowi juga mengajak Selandia Baru untuk terlibat dalam pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Biak Numfor, Provinsi Papua.

"Pembangunan SKPT Biak merupakan peluang baik bagi Pemerintah Selandia Baru maupun pihak swasta untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara,"tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
duta besar selandia baru, tantowi yahya

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top