Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Libur Lebaran Gerus Impor Bahan Baku

Terhentinya kegiatan produksi selama sepekan pada Lebaran memangkas nilai impor bahan baku pada Juni 2017.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 17 Juli 2017  |  16:28 WIB
Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (1/4). - JIBI/Nurul Hidayat
Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (1/4). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Terhentinya kegiatan produksi selama sepekan pada Lebaran memangkas nilai impor bahan baku pada Juni 2017.

Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor bahan baku pada Juni 2017 mencapai US$7,43 miliar, atau turun 29,32% dibandingkan dengan Mei 2017 yang  mencapai US$10,54 miliar. Angka itu juga lebih rendah 17,04% bila dibandingkan nilai impor bahan baku pada periode yang sama tahun lalu.

“Trennya memang dari tahun ke tahun selalu begitu. Turun di saat Lebaran, tetapi bulan selanjutnya nanti naik kembali,” ujar Kepala BPS Suhariyanto.

Impor bahan baku berperan sebesar 74,19% dari keseluruhan realisasi impor bulan Juni 2017 yang mencapai US$10,01 miliar. Adapun, impor barang konsumsi pada bulan yang sama tercatat senilai US$ 1,13 miliar atau anjlok 12,77% . Sementara itu, impor barang modal senilai US1,45 miliar atau turun 25,85%.

“Industri sudah mengantisipasi dengan baik pola kenaikan permintaan masyarakat yang naik signifikan pada Ramadan. Tapi semakin dekat Lebaran, arus distribusi barang menjadi sulit, karena ada larangan kontainer masuk tol. Ini menjadi pembelajaran ke depan supaya arus distribusi barang tidak terhenti karena itu berpengaruh besar terhadap industri,” ujar Suhariyanto.

Selama angkutan Lebaran 2017, Kementerian Perhubungan membatasi operasional truk lebih lama ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk truk pengangkut barang tambang dan bahan galian, Kemenhub membatasi operasi truk di jalan raya hingga 16 hari dari sebelumnya hanya 8 hari.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan pihaknya berharap pemerintah tidak lagi membatasi operasional truk pada masa angkutan Lebaran 2018 mengingat kebijakan tersebut mengganggu distribusi logistik di dalam negeri.

Menurutnya, pemerintah bisa mengubah kebijakan pembatasan operasi truk pada angkutan Lebaran tahun depan dengan membuat jalur logistik khusus truk.

Saat mudik Lebaran berlangsung, lanjutnya, truk tetap dapat beroperasi, sedangkan kendaraan pribadi yang melakukan perjalanan mudik tetap berjalan lancar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor bahan baku
Editor : Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top