Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: APBN Semester I/2017 Lebih Baik, Ini Penjelasannya!

Pemerintah mengklaim realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 pada semester I secara umum dapat dijaga stabilitasnya.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 14 Juli 2017  |  09:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR menggantikan Menteri BUMN Rini Soemarno di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/7). - ANTARA/M Agung Rajasa
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR menggantikan Menteri BUMN Rini Soemarno di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/7). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengklaim realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 pada semester I secara umum dapat dijaga stabilitasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan di Badan Anggaran (Banggar) DPR, realisasi penerimaan perpajakan misalnya, berdasarkan catatan otoritas fiskal tumbuh 9,6% dibandingkan tahun lalu.

" Apabila dihilangkan realisasi pengampunan pajak maka pertumbuhan pajaknya 5,5%," kata Sri Mulyani, Kamis (13/7) malam.

Sri Mulyani yang pernah menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menjelaskan, secara umum capaian pendapatan negara (pendapatan dalam negeri dan hibah) tercatat sebesar 41,0% terhadap APBN atau meningkat dari 35,5% dari semester I tahun 2016.

Adapun jika diperinci, realisasi penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) tumbuh sebesar 9,6% dengan nilai nominal Rp571,9 triliun atau lebih baik dari tahun 2016 yang hanya senilai Rp522 triliun atau kontraksi sebesar 2,4% dari tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar dari PPh Migas yang tumbuh 69% dan PPN non migas yang tumbuh 13,5%. Dari kepabeanan, bea keluar tumbuh 31,6% di mana tahun lalu minus 33%.

Selain penerimaan, realisasi belanja pada semester 1 2017 juga dianggap lebih baik dibandingan periode yang sama tahun lalu. Penyerapan belanja negara sebesar 42,9% terhadap APBN juga lebih baik bila dibandingkan sebesar 41,5% di tahun 2016.

Adapun dengan meningkatnya realisasi pendapatan negara serta terjaganya konsumsi domestik, harga komoditas, serta meningkatnya permintaan ekspor; defisit anggaran terhadap PDB di semester I hanya sebesar 1,29%.

"Ini menggambarkan upaya pemerintah untuk menjaga APBN sebagai instrumen fiskal yang efektif dan kredibel telah berjalan baik demi tercapainya masyarakat adil, makmur dan bermartabat," tegasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani RAPBN 2017
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top