Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garap Kontrak Baru, Logindo Bidik Kenaikan Utilisasi Armada 50%

Perusahaan kapal lepas pantai, PT Logindo Samudramakmur Tbk. membidik kenaikan tingkat penggunaan armada atau utilisasi bisa naik menjadi 50% seiring kontrak-kontrak baru yang diraih.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 10 Juli 2017  |  13:54 WIB
Garap Kontrak Baru, Logindo Bidik Kenaikan Utilisasi Armada 50%
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan kapal lepas pantai, PT Logindo Samudramakmur Tbk. membidik kenaikan tingkat penggunaan armada atau utilisasi bisa naik menjadi 50% seiring kontrak-kontrak baru yang diraih.

Sundap Carulli, Direktur Keuangan Logindo mengatakan, iklim usaha sewa kapal lepas pantai tahun ini mulai pulih setelah dalam dua tahun terakhir terpukul akibat penurunan harga minyak.

Dia menambahkan, permintaan sewa kapal dari kontrak migas kini mulai mengalir kendati belum signifikan. "Tahun ini sudah lumayan lah [dibandingkan dengan tahun lalu]. Saya rasa utilisasi di atas 40%. Mungkin kita bisa mencapai 50%," jelasnya kepada Bisnis.com, Minggu (9/10/2017).

Menurut Sundap, utilisasi armada kini mulai merangkak di level rata-rata 40%. Bahkan untuk kapal jenis high tier, utilisasi tercatat lebih tinggi. Hingga akhir 2017, Logindo berharap utilisasi bisa bergerak ke angka 50%.

Kenaikan utilisasi di samping karena jumlah armada susut, kapal-kapal yang semula diparkir kini mulai kembali berlayar seiring kesepakatan kontrak baru. Sundap menyebut, kontrak baru yang diperoleh perseroan berkisar 6--24 bulan.

Kendati kontrak kembali muncul, tarif sewa kapal belum mengalami perubahan yang berarti. Sundap menyebut, tarif sewa kapal terdiskon cukup besar karena persaingan yang masih ketat diantara pelaku usaha.

Oleh karena itu, Sundap mengestimasi pendapatan perseroan masih akan stagnan. Per 31 Maret 2017, pendapatan Logindo turun 46% menjadi US$5,61 juta. Perseroan juga menanggung rugi US$3,23 juta akibat jumlah beban yang lebih tinggi ketimbang pendapatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logindo samudramakmur
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top